Istimrar = kontinounitas, berkesinambungan
Secara bahasa kholasa yakni bersih dari segala sesuatu selain Allah ta’ala atau Ridho Allah atau membersihkan sesuatu yang lain dan menjadikannya murni tanpa campuran.
Definisi secara syar’i :
- Niat mencari ridho Allah semata dalam beramal. Tidak mempersekutukan Allah dengan yang lain.
Menjadikan Allah SWT sebgai satu-satunya tujuan dalam beramal, mensengajakan berbuat mencari ridha Allah Ta’ala, bukan tuk mendapat pujian, harta, kedudukan ataupun popularitas.
Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi, imbalan duniawi dari apa yang dilakukan.
Hassan al Bana : Allahughoyutuna (Allah tujuan hidup kita).
QS. An An’am 6 : 162 :
”sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah SWT, Tuhan seluruh alam.”
QS. Al Bayinah 98 : 5
”Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”
QS. An Nisa 4 : 145-146
”Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.”
”Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.”
Kita dituntut untuk memperbaiki diri dan keteguhan agama Allah serta keikhlasan beribadah
Urgensi Ikhlas :
- ruh amal agar optimal
- syarat diterimanya amal
- tingkatan tertinggi dalam Islam
Manfaat Ikhlas :
- menentukan kualitas suatu amal
- membangkitkan semangat dalam beramal
- memberikan ketenangan jiwa dan ketentraman batin
- menumbuhkan keberanian seperti berani mengambil keputusan
- optimis
- mendatangkan berkah dan pahala dari Allah SWT
Ciri-ciri Ikhlas :
- tidak mengeluh
- tidak pamrih
- tidak mengungkit
- tidak ingin dipuji
Lawannya ikhlas à Riya (syirik-syirik kecil)










