
Sekali lagi saya tegaskan “Cabut Tuntutan Terhadap Ibu Prita Mulyasari !”
Sebagai blogger, setiap hari saya senantiasa pastikan untuk update perkembangan kasus ini.Termasuk apa yang bisa saya kerjakan. Begitu pula kamu pun bisa berkontribusi dengan cara sendiri: kampanye email.
Menyimak setiap update pemberitaan diberbagai Media Massa rasanya saya dan banyak masyarakat setuju bahwa mendesak RS OMNI International Alam Sutera untuk segera mencabut tuntutan terhadap Ibu Prita Mulyasari.
Didunia maya dukungan terus mengalir deras untuk Ibu Prita Mulyasari ini, mulai dari Cause di Facebook sampai situs khusus yang disediakan sebagai bentuk dukungan ini. Para capres pun tidak tahan untuk berkomentar.
Bahkan hari ini pun Asosiasi Perawat harus turun ke jalan menyatakan aspirasi dan mendesak DPR untuk segera mensahkan RUU Keperawatan yang sudah lama nongkrong di DPR. Salahsatu kekhawatiran korps perawat tersebut adalah jika pada 2010 pemerintah mengizinkan bekerja para perawat asing di tanah air, sedangkan tingkat kompetensi perawat indonesia berkembang ditempat. Belum lagi kesan yang sudah tertanam dibenak masyarakat bahwa perawat hanya sekedar pihak menjadi pesuruh para dokter tanpa bisa menjelaskan / mengkomunikasikan kepada pasien terhadap tindakan medis yang dilakukan.
Jika dilihat dari berita hari ini Jaksa Rakhmawati dicecar 28 pertanyaan oleh Tim Kejaksaan begitu pula pihak dokter OMNI dikoreksi oleh IDI. DPR pun sempat gregetan atas penjelasan yang diberika saat dipanggil untuk mendengarkan secara langsung ke DPR hari ini. Bahkan Jaksa Agung Muda Pengawasan Hamzah Tadja meminta ICW dan KPK untuk turun tangan menangani kasus ini.
referensi :
- tvOne apakabar indonesia pagi
- detik.com
- kompas.com











PT. TUNAS FINANCE MENYENGSARAKAN KONSUMEN
Singkat kronologisnya, saya kredit truk dengan 36 X cicilan @ Rp. 3,5 jt-an.
Setelah 14 X nyicil, truk hilang. Ternyata penggantian dari perusahaan
asuransi (PT. Asuransi Wahana Tata) hanya cukup untuk menutup 22 X pelunasan
(cicilan + bunga) yang belum jatuh tempo. Akhirnya saya yang telah mengeluarkan
biaya lk. 115 juta (uang muka + cicilan + perlengkapan truk), dipaksa untuk
menerima pengembalian yang jumlahnya lk Rp. 3,4 jt.
Menurut petugas PT. Tunas Finance (Sdr. Ali Imron), klaim asuransi yang cair
dari PT. Asuransi Wahana Tata, sebagian digunakan untuk membayar pengurusan
Surat Laporan Kemajuan Penyelidikan di Polda Jawa Tengah di Semarang.
(Atau dengan kata lain, konsumen telah dipaksa melakukan suap di Polda Jateng).
Jelas dalam hal ini PT. Tunas Finance (PT. Tunas Financindo Sarana) telah memaksa
konsumen taat pada perjanjian susulan yang sebelumnya tidak diperjanjikan.
Tentu saja kondisi perjanjian susulan itu sangatlah memberikan keuntungan
maksimal bagi pelaku usaha, tidak perduli berapapun kerugian yang diderita konsumen.
Sebagai catatan, perjajian yang dibuat tidak didaftarkan di kantor Pendaftaran
Jaminan Fidusia di tempat domisili debitur/konsumen.
Dan melalui surat terbuka ini saya ingin mengajak segenap komponen bangsa yang perduli
terhadap masalah Perlindungan Konsumen, untuk menuntut PT. Tunas Finance secara pidana
maupun perdata. Setidaknya hal ini untuk mencegah jatuhnya korban PT. Tunas Finance
(PT. Tunas Financindo Sarana) lainnya.
Saya nantikan partisipasi Anda sekalian. Terima kasih.
David
HP. 0274-9345675.
BREAKING NEWS !!!
TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
“Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”
HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI
SETUJA….
“Cabut Tuntutan Terhadap Ibu Prita Mulyasari !”
dan
“Tuntut dr. H, dr. G, dr-dr yang disebut-sebut ibu Prita”
sebab merekalah yang sebernarnya mencemarkan nama baik rumah sakit
[...] ikhtiar kita semua menjadi sebuah power. Moga suara rakyat makin LANTANG [...]