Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Jakarta butuh Gubernur Baru 2

2 Komentar

Saya coba melanjutkan guratan pena sebelumnya. Setelah sepekan kampanye di Jakarta ini banyak pelajaran yang saya pelajari dan tanpa harus repot-repot mengerenyutkan kening ini.

Kali ini saya melihat cara mereka beriklan. Uniknya mereka saling “berbalas pantun”. Kubu Si Doel disalahsatu ruas jalan di Pulomas dengan spanduknya berbunyi “Coblos Kumisnya” atau spanduk lainnya “Coblos yang ada kumisnya”… Lho ? Lalu dari keluarga Bajaj Bajuri membalasnya dengan anjuran “coblos yang ga ada kumisnya.” he…he…

Disatu sisi mereka ingin menunjukkan didukung parpol yang beragam. Sedangkan disisi lain mereka ingin menunjukkan dalam kondisi ‘dikeroyok’ rame-rame.

Belum lagi cara-cara kampanye yang tidak beretika. Saya inget banget ketika masih tiga partai, disatu sisi mengaku nasionalis dan membenci kalangan partai yang mengusung asas Islam namun sekarang dengan lantang dikampanyenya “apa pun suku dan agamanya, coblos….” Atau di radio yang lagi sering-seringnya muncul Ustadzah Tuty Alawiyah dengan membawa-bawa ayat Quran dan Hadist Rasul yang menganjurkan pendengar -yang intinya- kita menanggung akibatnya jika urusan diserahkan bukan kepada yang ahlinya. Lho ? Visi Misi apa yang ditawarkan ke calon pemilih —seperti saya– kalau kampanye cuman gitu-gitu ajah…

Atau saat mereka hadir di Topik Minggu Ini di SCTV, ketika Ruhut Sitompul menyebut Tuhan dengan Lafadz Islam Allah yang notabene dia non muslim. Atau ketika Jubirnya mengulang-ngulang ayat Quran. “Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka azab Allah lebih pedih”. Lah ngapain coba mengait-ngaitkan ayat-ayat suci dengan kampanye ??

Belum lagi yang membawa nama Muhammadiyah, padahal sejatinya Muhammadiyah sebagai ormas tidak berada dibelakang salahsatu parpol atau kandidat. Saya sebagai putera yang lahir & besar dan sedikit banyak terwarnai dari lingkungan yang sama sangat-sangat tersinggung dibuatnya. Entah apa maunya mereka ini dalam berkampanye…

Mungkin saya yang kurang paham ilmu marketing, marketing ala apa yang digunakan kandidat-kandidat tsb. Ternyata kampanye sekelas Ibukota ini masih berkampanye ala Tradisional dan Konservatif.

Survei : Kampanye tidak mengubah pilihan warga Jakarta. Ayo Benahi Kampanyenya, serahi kepada yang ahlinya…Nah Loh ?

I’ll Be Right Back !

–mfirmanshah.wordpress.com–
yang butuh Gubernur Jakarta yang Visioner bukan pandai menyanyi,

Iklan

2 thoughts on “Jakarta butuh Gubernur Baru 2

  1. novhard bukan orang jakarta, tapi sapa pun gubernur nya yang penting bisa membawa jakarta menjadi lebih baik kan …

  2. Yup, setuju bung !
    karena udah empet ama keadaan dan pelayanan ibukota yg berlarut-larut dan tidak ramah. thX

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s