Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

saya baru sadar bahwa ternyata Jakarta masih macet.

Tinggalkan komentar

Alhamdulillah (sambil menghela nafas) Uhf sampailah saya di rumah setelah melewati perjalanan yang cukup melelahkan…

Hari ini seperti kebanyakan pekerja kantoran setiap hari senin adalah hari ketika semua ‘ngebut’. Pagi sekitar 6.35 saya menuju ke ladang setelah sarapan bubur sumsum. Setibanya di ladang, sudah banyak agenda yang akan digarap. Setelah Dhuha, saya awali aktivitas pagi ini dan langsung ngetrek salahsatunya rencana kedatangan kandidat yang cukup banyak untuk sign contract mulai dari 26 Mekanik Magang dari Yogya dan 22 Fresh Graduated yang juga dari luar kota.

Belum lagi harus men-service User dari Coorporate Planning System Development yang menginterview 5 kandidatnya dan dilanjutkan menemui Direksi. Sorenya HRD Dept Head menginterview dua kandidat sampai maghrib, belum lagi merespon dengan cepat finalisasi proses recruitment di site-site project sampai-sampai saya ngga sempet nyeporterin rekans yang bertanding.

Tanpa sadar Adzan maghrib pun berkumandang. Setelah shalat mampir ke GAD, lalu kembali ke ruangan, rapi-rapi Inbox kerjaan, updating berita aktual dan singgah ke milis2 lalu bebenah deh. Sekitar pukul 1840 saya meninggalkan parkiran dan rasanya ingin buru-buru kembali pulang untuk relaxasasi sambil stay tune acara favorit di radio dakta 107FM.

Kali ini perjalanan 14 km yang biasa ditempuh 30 menit kali ini harus dilewati cukup berat mulai dari Jl Pemuda, Kelapa Gading dan keluar di Artha Gading By Pass. Disini puncak macet ini dimulai, tepatnya di Toyota Podomoro. Entah karena ini hari senin atau apa saya kurang paham karena selama ini jika tidak secepat hari ini pulang, jam-jam setelah maghrib biasanya masih “main-main” dulu dikantor, ke kampus atau ke RISKA.

Perjalanan yang berat ini terpaksa harus dilewati, bersama “tawon-tawon” lainya yang harus selap-selip diantara mobil mewah, metromini bahkan kontainer yang berebut menuju Utara. Maklum saya tinggal di kota pelabuhan, “Liverpool”-nya Jakarta.

Alhamdulillah pukul 20.00 saya sampailah di rumah, disambut hangat oleh bunda tercinta. Setelah Shalat langsung dilanjutkan makan lalu mandi. Dan pastinya tentu stay tune radio sambil menulis dan membaca. Hobby yang sudah lama nyaris tidak sempet.

Setelah agak lelah seharian lalu digenapkan pula oleh beratnya perjalanan pulang sore ini yang hampir dua jam perjalanan telah membuat saya baru sadar bahwa ternyata Jakarta masih macet.

Tanya Kenapa ?

–mfirmanshah.wordpress.com–
‘selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s