Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Perdjoengan Masih Beloem Usai, Boeng !

Tinggalkan komentar

Dalam waktu belakangan ini saya mulai sulit memahami “kemerdekaan” ini. Hambar saja. Tak Berbekas. Cuma sekedar mengibarkan bendera yang lusuh ? ada yang Tahlilan, Ngaji, Begadang trus maen gaple ampe shubuh ? Besoknya baris-berbaris. Simbolis dan seremoni tahunan. Lalu Apa ?
Kemerdekaan yang bagaimana harus saya maknai ?
Gimana tidak, ketika ibu-ibu kita masih mengantri minyak tanah, berebut pula !
ketika bapak-bapak kita berjalan puluhan kilo demi se-ember air bersih.
atau ketika mengurus surat-surat masih saja dipimpong kesana kemari.
lalu disambut cemberut karena tidak memberi tips lebih.
Inikah yang namanya Merdeka ?
atau ketika masyarakat masih didikte untuk menentukan Pemimpinnya ?
diganti kompor gas bergambar kandidat dan segenggam beras demi kepalsuan belaka.
Inikah yang disebut Merdeka ?
atau ketika hak suara dan bicaranya disumbat ?
saat anak negeri ini terusir dari tanah kelahirannya ?
berkubang lumpur bersama ternak mereka.
atau ketika harus mengais rupiah dinegeri orang.
dan kembali bersama keranda dan tangis.
inikah yang disebut Merdeka ?
dilain waktu, banyak ustadz kita yang sedang menuntun anak negeri ini ber-Iqro’ disurau-surau terpaksa dicurigai ?
inikah yang disebut Merdeka ?
Ketika “Pemimpin” negeri ini. Ya..yang mengaku pemimpin kata orang.
yang dengan vulgarnya mengkhianati pahlawan bangsa dengan mengaku pahlawan.
yang dengan terang-terangan mencoret semangat jihad ulama kita.
yang dengan bangga meruntuhkan wasiat bapak bangsa.
yang dengan seenaknya mengubar janji.
namun lupa dalam sekejap padahal belum kering air liurnya.
atau yang dengan tanpa malu-malu berangkulan dengan penjajah kemerdekaan kita…
dan berlindung dibawah ketiak cukong-cukong imperialist.
Kemerdekaan yang bagaimana harus saya maknai ?
Maafkan saya Mujahid kami, Jenderal Soedirman.
yang masih bodoh dan sering lupa dengan semangat engkau.
Maafkan saya Bapak Bangsa, Bung Hatta.
yang masih jauh dari kesederhanaan dan ikhlasnya engkau.
masihkah sekedar berteriak Merdeka ?
Entah lah…
ada yang bisa menjelaskan saya ?
ada yang bisa membantu kegalauan ini ?

tapi,
Perdjoengan Masih Beloem Usai, Boeng !

Jakarta, 170807
mfirmanshah.wordpress.com
‘ yang rindu hadirnya seorang Jenderal Soedirman dan Bung Hatta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s