Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Ayat Ayat Cinta dalam diskusi

2 Komentar

pandangan saya dalam mencerna dan merespon diskusi di MilisRISKA.

================================================================

–selain apresiasi besar buat Kang Abik atas daya imajinasinya dan Mas Hanung yang bersusah payah menterjemahkannya ke Film—

 

Plok plok plok…JBerikutnya saya beri applauss buat Humas RISKA yang mentrigger daya tangkap RISKAder

————————————————————————————————-

Kalau kata Om Pramoedya: “Terpelajar harus berlaku adil sejak dalam pikirannya”

 

Kalau kata Aa Gym: “Mulailah dari hal yang kecil, Mulai dari diri sendiri, dan Mulai dari sekarang”

 

saya berada disisi apa kata Om Pramoedya, seorang yang hanya bisa memberi apresiasi dan belum bisa memberi nilai tambah atas terobosan dakwah misalnya.

 

Sedangkan Mas Hanung berada sisi apa yang Aa Gym populerkan.

Sekarang Mas Hanung bersama idealisme ditengah gemerlapnya dunia entertainment berusaha menterjemahkan Tips 3 M dari Aa Gym tsb. Sebab dia sineas ya tentu dia memulainya sesuai skill yang dimilikinya. Memulai sebuah terobosan dakwah yang sudah dicoba oleh Kang Abik, Mas Hanung. Toh semuanya itu juga masih dibawah konsultasi/pengawasan Kang Abik dan PP Muhammadiyah. Jika dari Tips Aa Gym pun belum satupun saya (baca:dirisendiri) cerna, pahami dan terapkan, berarti saya (baca:dirisendiri) sudah skeptis dengan beliau2 yg ada disana dan tidak ada rasa percaya.

 

Hal yang paling berbahaya, saat kita melihat dan memaknai kesalahan, keterpurukan dan situasi yang kurang menguntungkan, mulai frustasi dan menjadi sikap mental mensahkan ‘rasa tidak berdaya’. Ini bisa tercermin dari malasnya mencari solusi, pasif, pasrah dan tidak mau repot-repot berupaya. Begitu juga medan dakwah.

 

Berpikir positif memang lebih enak diucapkan daripada menjalankannya. Namun jika Anda khawatir tumbuh menjadi tidak work on progress, tidak bertenaga melakukan perubahan –apapun dan dimanapun itu– lebih baik Anda menyusun niat untuk belajar dan menyadari “Apa yang bisa saya lakukan ?”. Setidaknya seperti yang Aa Gym ungkapkan diatas.

 

Sayangnya, komentar/pandangan yang muncul sedikit mencerminkan pandangan kebanyakan masyarakat Indonesia yang memiliki sense “no way out” & rasa “helpness” yang dimiliki. Dakwah dijalur entainment khususnya.

 

Kalau Anda sudah tidak pandai mengapresiasi karya cipta orang lain, bagaimana mengapresiasi dirisendiri. Mari, tumbuhkan rasa Tanggungjawab Diri Sendiri dan Sadari bahwa dakwah harus tetap Tumbuh dan berkembang.

 

Lalu Bagaimana dengan kita, RISKA ?

 

Wallualam

Iklan

2 thoughts on “Ayat Ayat Cinta dalam diskusi

  1. syukurlah ada yang bilang AAC itu bagus dan ada yang bilang itu Buruk atau bermasalah……kedua hal itu membuktikan bahwa ada apresiator novel dan film di negeri ini.
    akan tetapi, lebih bijaksanya jika kritik itu dipandang sebagai sesuatu yang positif dan dapat menjadi pondasi bagi penulis lain dengan tema lain yang mudah-mudahan lebih baik.

    satu hal yang perlu dicatat oleh para apresiator novel AAC, sekiranya juga dapat lebih bijak jikasanya ada apresiator yang melakukan kritik akademik/prinsip akademik untuk menimbang/meninjau karya tersebut dengan sekumpulan teori sebagai pisau bedah untuk melihat karya itu.

    cara membaca antara kritikus dengan orang awam memang beda. dan seorang kritikus belum tentu dapat menulis karya sastra. itu wajar saja karena kritikus sastra dan penulis sastra memang beda. keduanya berjalan di rel yang berbeda. jadi, jika ada yang mengkritik dan belum tentu bisa berbuat, itu sah-sah saja dalam gejolak intelektualitas. nich problema!

    AAC sepenuhnya bukan ide baru!!
    beberapa tahun yang lalu saya sudah pernah membaca Ayat-Ayat Api juga, kalau tidak salah ada buku Ayat-Ayat Setan karya Salman Rusdie…mudah-mudahan saya tidak salah jika mengira bahwa ide Bang Abi lahir dari sana. dalam kata Ayat-Ayat

    karya sastra adalah Fiktif. jika ditelisik dan diperdebatkan lebih jauh, sastra punya kandungan metafora dan semiotika. metafora dan semiotika adalah kebohongan. dan seorang penulis adalah pembohong yang kreatif.
    sambil bercanda” saya mau bilang…bang abi berdakwah dengan media kebohongan
    Sepakat?

    sesuatu yang instant booming biasanya berumur pendek!

  2. sebagai seorang penikmat sastra awam sekaligus seorang yang beriman Kristen, saya merasa prihatin sekali dengan hasil karya kang Abik bertajuk Ayat-Ayat Cinta.

    Pertama, tokoh Maria digambarkan begitu kagum dgn cara Fahri melafalkan ayat2 Alquran…padahal, bila benar Maria adalah seorang pemeluk Kristen Koptik, pasti dia ga asing dengan cara baca kitab suci semacam itu. Karena semua aliran kristen arab punya tradisi baca kitab suci yg sama dengan cara umat Muslim mentilawat-kan Alquran. Disini jadi nyata bhw penulis dan sutradara ga familiar (atau sengaja?) dengan situasi tradisi timteng dan cuma memanfaatkan ketidak tahuan org Indonesia ttg budaya kristen timten (dikira semua org kristen punya tradisi bule spt di indonesia)

    Kedua, tatoo salib di tangan Maria posisinya terbalik. Entah apa maksud sang sutradara menghadirkan visual ini.

    Yang paling memiriskan hati adalah, adanya bagian dalam novel yang menghadirkan sosok Bunda Maria (tokoh yang dihormati oleh umat kristiani) untuk “mendukung posisi Nabi Muhammad” dan mengguncangkan iman Maria. Saya membayangkan, seandainya ada penulis kristen yg menghadirkan situasi serupa tapi dr sudut pandang Kristen (Nabi Muhammad di meneguhkan karya penebusan Kristus), kira2 apa reaksi MUI, FPI, Muhammadiyah, dll??

    Belum lagi dr sisi kebiasaan2 yg berlaku di Mesir; dialek yg digunakan lebih mirip dialek Arab Saudi (spt kebanyakan yg dipakai mahasiswa Indonesia di timteng) daripada dialek Mesir.

    Itu selayang pandang dari saya yang awam ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s