Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

7th Islamic Book Fair berlalu begitu saja.

Tinggalkan komentar

Seperti tahun-tahun sebelumnya, salahsatu resonansi tahun ini saya berniat untuk dapat menyisihkan waktu guna menghadiri atau mengikuti even atau suatu agenda yang menambah wawasan dan khazanah pribadi dan lingkungan. Salahsatunya adalah Islamic Book Fair ini.

Jika dilihat selama penyelenggaraan Islamic Book Fair, seingat saya baru kali ini saya tidak bisa mengunjungi even besar tahunan itu. Ada rasa sesal juga, namun rasa sesal ini saya berusaha untuk tidak terlalu berkesan. Apa yang saya rasa saat ini mungkin banyak juga yang merasakan, perasaan kurang beruntung baik dari segi waktu, jarak domisili sampai dengan yang cukup vital: budget. Setiap orang memiliki alasan dan faktor penghalang yang langsung maupun tidak.

Semua keterbatasan-keterbatasan ini agak cukup menggangu jika keinginan yang besar itu dan fasenya sudah memasuki apa yang disebut sebuah hobi & kebutuhan menjadi tak terwujud bukan karena keinginan kita sendiri. Walau pada dasarnya bertolakbelakang dengan impian saya sendiri diawal.

 

Biasanya atau paling tidak jika saya ke Islamic Book Fair minimal sekali dalam rentang waktu yang singkat itu saya manfaatkan bersama teman-teman, apakah itu menghadiri event-event yang diselenggarakan maupun survai dan mencari buku-buku ringan dan murah. Jauh sebelum jelang penyelenggaraan Book Fair ini saya sudah melihat spanduk promonya didalam kawasan di dekat kantor. Otomatis saya pun sudah bertekad untuk tidak melewati moment tahunan ini. Karena berkunjung dan berburu buku berkualitas memiliki kenikmatan tersendiri, apalagi buku yang kita cari dan sulit didapat, dapat kita jumpai dan peroleh disini. Belum lagi diskon-diskon yang ditawarkan produsen/penerbit. Disamping itu kita dapat beraudiensi atau berjumpa dengan narasumber-narasumber yang berbobot dan tausyiah-tausyiah yang memberi triger untuk saya dan kehidupan yang berjalan dan akan dijalani.

Sayang, momen baik ini tidak bisa saya untuk sekedar menghadirinya.

Niat jika sudah tak diizinkan oleh Yang Maha Kuasa, rasanya sulit dipaksakan dan tak bisa dihindari. Salah satunya adalah walau dipaksakan, toh budget tak tersedia dan akan membuat kecele diri sendiri. Lapar mata yang tak terelakkan pastinya.

Hanya Sang Pemilik Rahasia yang akan menjawab semua ini ku serahkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s