Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

RISKA I’ in LoVE “Customer Satisfaction”

2 Komentar

Ruang Bundar. Ahad, 25 Mei 2008

presentation by : Ust. Ridwan Ajo

Customer=Ummat

Misalnya dahulu, saat kita ingin naik taksi apa yang kita cari dan pilih ?

Awalnya masyarakat saat ingin naik taksi hanya sekedar memenuhi kebutuhan ‘sampai ditujuan’ lalu seiiring dengan meningkatnya kompetisi diantara penyedia jasa taksi, muncullah tawaran yang menarik ke konsumen dengan peningkatan mutu pelayanan mulai dari kebebasan konsumen untuk lebih leluasa memilih Taksi mana yang armadanya baru, ada yang menawarkan Tarifnya yang Murah, bagaimana keamanannya juga. Namun tidak cukup sampai disini. Konsumen dimanjakan lagi. Kini naik taksi bukan sekedar itu, karena penyedia jasa taksi tersebut berlomba menawarkan Kenyamanan dan keramahan Bertaksi bagi pelanggan pengguna jasa taksi mereka.

Customer Satisfaction merupakan salahsatu ajaran dan prinsip Islam yang banyak didengungkan saat ini.

Jangan salah melihatnya, seolah-olah ini ajaran dari Barat dan banyaknya diselenggarakan Training-training dimana-mana mulai dari yang kecil sampai cooperate level. Sejatinya ini merupakan Teladan Rasulullah.

Semangat Customer Satisfaction sudah dicontohkan Baginda Rasulullah saat beliau jelang ajalnya yang selalu diucapkannya “Ummat, Ummati”… Suatu jiwa Melayani Ummat yang meresap sampai akhir hayatnya. Beliau pun tercatat sebagai salahsatu Pelayan Ummat yang sukses.

Lalu apa itu Sukses?

Sukses = Cara Hidup + Sikap Hidup

sebagai contoh saat saya mengajar di Bimbel Nurul Fikri, banyak siswa yang pintar namun mengapa ia tidak lulus SPMB misalnya atau banyak rekan kita yang memiliki kemampuan akademik namun prestasinya di sekolah/kampus kurang memuaskan, tak lain dan tak bukan adalah Sikap Hidup-nya yang hanya merasa puas atau tidak mau menerima tantangan dan menganggap cukup apa yang ada saat ini.

Cara Hidup bisa dilihat dari kasat mata, misalnya cara kita belajar atau cara kita bekerja.

Saya analogikan apa itu SIKAP :

  • Gagal 25 kali tetapi tetap melakukan yang ke-26 kalinya

  • Orang yang masih bersiul-siul ditengah-tengah sumpeknya bis kota

Bagaimana Sikap Hidup kita adalah sebuah Add Value (nilai tambah).

Kisah / Sirah Nabi yang mencerminkan Semangat Customer Satisfaction diantaranya :

  1. Saat Rasulullah dilempari oleh penduduk Thaif dalam menyebarkan dan meluaskan dakwahnya

Disini kita bisa menarik pelajaran bagaimana Rasulullah begitu sabar dan yakin bahkan saat menolak tawaran Malaikat –yang tidak memiliki nafsupun– jengkel dan bertanya, jika Engkau izinkan untuk membalikkan gunung ini maka dengan sekejap dapat memusnahkan penduduk Thaif yang telah melukai Rasulullah hingga gigi beliau patah. Rasulullah sadar dan dengan jiwa Melayani menolaknya secara halus tawaran malaikat tersebut. Rasulullah pun berdoa dan meyampaikan mungkin saja mereka belum menyadari Nilai-nilai Tauhid yang dibawanya. Nyatanya, anak-cucu penduduk Thaif akhirnya banyak yang bermunculan sebagai ‘ulama-ulama ternama.

  1. Saat Rasulullah bertanya-tanya kemana seorang yahudi yang biasanya terus-menerus melempari beliau setiap lewat didepan rumahnya.

Tak lama Rasulullah pun memperoleh informasi bahwa lelaki tersebut terbaring sakit. Tanpa pikir panjang, Rasulullah meminta istrinya untuk membuatkan menu yang lezat untuk dibawa saat menjenguk lelaki tersebut. Akhlaq Rasulullah ini telah mencerminkan suatu teladan dalam Customer Satisfaction dijalan dakwah yang panjang dan yakin bahwa lelaki tersebut adalah salahsatu objek dakwahnya. Dengan rasa ikhlas dan rela akhirnya lelaki tersebut bersyahadat dihadapan Rasulullah menyatakan keimananNya atas kerasulan Nabi Muhammad SAW.

  1. Saat Rasulullah didatangi oleh seorang tua-tunanetra yang dicueki, maka Allah SWT langsung menegur dengan keras.

Saya pun merupakan ‘korban’ objek dakwah oleh Guru saya –Pak Sugeng– yang sangat sabar diajak dan dirayu karena begitu sulit untuk mengaji saat remaja. Hingga akhirnya saya terjebak dalam manis medan dakwah.

Kita pun hendaknya jangan sebagai Sales, karena Sales berbeda dengan Marketing. Seorang Sales jika menawarkan barang kepada calon konsumennya dan konsumennya tidak bersedia maka ia akan beralih ke calon konsumen lainnya. Begitu seterusnya. Namun berbeda halnya Marketing yang tanpa lelah dan berhenti memasarkan barangnya kepada calon konsumennya walaupun hari ini menolak namun esok dan lusa terus saja menawarkan tanpa jemu dan yakin suatu saat dia akan menggunakan produk/jasanya. Itulah tipikal seorang kader dakwah.

Pun kita sebagai RISKAder hendaknya dapat meneladani dan mencerminkan teladan dan jiwa serta tipikal dalam Melayani Customer atau Ummat ini sebagai objek dakwah yang tidak sekedar berpikir jangka pendek, namun melihat prospek di masa depan dengan tanpa Menyerah dan Tetap Tersenyum. Kalau bukan karena SIKAP TIDAK MENYERAH dan TETAP TERSENYUM, bisa saja Sahabat Abu Bakar Shiddiq RA dan Umar bin Khathab RA meninggalkan Rasulullah dan tidak mungkin sampai di era sekarang Nilai-nilai Tauhid yang dibawakan kita nikmati. [mfirmanshah]

Iklan

2 thoughts on “RISKA I’ in LoVE “Customer Satisfaction”

  1. ass, luar biasa…

    ternyata costumer satisfaction adalah ajaran rasulullah.
    yang konsep itu sekarang diapaki oleh orang2 kafir.

    saya salut dengan ust ridwan ajo, dimana alamatnya, kalo bisa nomor HPnya

    setia
    Padang

  2. waalaikumsalam bang setia,
    terimakasih sudah berkunjung ke pondok saya,
    silahkan kontak saya dinomor yang tercantum di Tab atas [Saya].
    thX

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s