Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

PLN, Perusahaan Tanpa Jiwa Melayani.

Tinggalkan komentar

Malam ini saya terpaksa menulis protes ini setelah sampai rumah malah yang saya terima lagi-lagi informasi memalukan dan menjengkelkan atas perilaku pengelola PLN Jaya. Bagaimana tidak makin jengkel, sebagai konsumen listrik yang telah menjadi kebutuhan primer akan hajat hidup masyarakat banyak dan merasakan dengan zahir / kasat mata ditengah pelayanan yang tidak sedikit pun memiliki sentuhan customer satisfaction apalagi jauh dari semangat customer excellent.

Informasi pertama, saya terima keluhan pada hari senin kemarin sesampainya di rumah pukul 21.15 dari tetangga dan ibu bahwa listrik baru saja menyala setelah kelam sejak pagi pukul 0930 sampai dengan 2030. Duabelas jam lamanya. Saya pun berbaik sangka, mungkin saja pengelola sedang dalam perbaikan karena ada trouble atau lain halnya. Namun, malam ini Rabu, 040608 sesampainya dirumah, kabar buruk lagi yang saya terima dari ibu. Listrik mati sejak pukul 11.00 dan baru menyala pukul 1700. Dan semuanya ini berlangsung tanpa konfirmasi. Memalukan. !!

Jika konsumen sehari saja telat membayar tagihan rekening listrik langsung didatangi oleh petugas dengan sombongnya akan mencabut aliran listrik tersebut. Namun, jika ingin memadamkan listrik seenaknya saja tanpa ada pemberitahuan dan konfirmasi ke konsumennya. Mungkin ini sudah menjadi cara PLN melayani konsumennya dan nyaman saja dengan kebiasaan yang terus dipupuk dan dipelihara sejak jaman Asal Bapak Senang.

Bagaimana penduduk sekampung jengkel, jika Anda melihat saja dari segi pemakaian kalangan rumah tangga, berapa banyak aktivitas seorang ibu rumah tangga dengan banyak agenda dan tugas-tugas mulianya terganggu dan tertunda gara-gara tidak sedikit perangkat rumah tangga yang bergantung dengan listrik menjadi menganggur. Ibu saya pun terpaksa membeli nasi bungkus ke rumah makan disebabkan rice cooker tidak bisa difungsikan. Mau masak, dapur gelap. Jika dipaksakan untuk memasak, khawatir malah musibah yang lebih besar menghantui ibu-ibu mulai dari kompor gas meledak sampai kebakaran. Belum lagi, pakaian yang sudah direndam tidak bisa dicuci oleh mesin. Tetangga yang sedang menyetrika pun terhenti dan bengong-bengong saja karena bingung hendak apa. Jika seseorang lebih dari satu orang berkumpul, lalu apa yang akan dibicarakan? Cenderung ngerumpi dan ghibah. Berarti pengelola PLN disini mau tidak mau secara tidak langsung memberi andil atas kesia-sian waktu tersebut berselimut mungkar.

Berapa banyak waktu yang terbuang sia-sia ditengah padatnya amanah kerumahtanggaan. Termasuk, siswa sekolah yang sedang sibuk menjelang ujian akhir tentunya menjadi terganggu.

Lalu bagaimana dengan industri rumah tangga, sebagai contoh disekeliling kediaman saya seperti jasa fotokopi, wartel dan warnet atau studio foto yang kehilangan pemasukkannya gara-gara tidak bisa beraktivitas melayani pelanggannya. Kerugian dari segi ekonomi ini apa tidak dipikirkan oleh Pengelola PLN ? Berapa banyak kerugian yang dialami ini tanpa kompensasi dari PLN ?

Jika Anda bagian dari pengelola PLN silahkan sampaikan pembelaan Anda. Saya harap bukan menjawab dengan sekedar alasan klasik saja. [mfirmanshah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s