Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Khutbah Jumat, 130608 “Sombong”

Tinggalkan komentar

Khutbah Jumat, 130608 di Masjid Assakinah PAMA JIEP.

Jumat ini sebelum saya berangkat ke Bumi Etam saya mengikuti shalat jumat seperti halnya rekan-rekan karyawan di kantor, Masjid Assakinah. Namun jumat kali begitu berkesan dengan materi khutbahnya yang disampaikan sang khatib. Namun saya lupa nama beliau, semoga Allah senantiasa merahmatinya. Amin.

Ternyata, entah kebetulan atau tidak, faktor banyaknya jamaah yang mengantuk atau tidur disaat khatib memberikan materinya sebelum shalat jumat sedikit banyak dipengaruhi bagaimana penyampaian dan materi yang dibawakan sang khatib kepada jamaah. Makin menarik dan aktual serta gaya penyampaiannya sangat membantu jamaah agar turut menyimak materinya. Apalagi banyak diantara jamaah yang berstatus pekerja yang sudah lelah dari paginya dengan tanggungjawabnya masing-masing. Sudah letih, lalu makan siang makin menjadi rasa kantuk yang bergitu berat dengan deras dihembuskan sang iblis laknatullah. Namun jumat ini saya perhatikan banyak jamaah yang menyimak dan tidak mengantuk.

Berikut ini materi yang terekam dimemori saya.

Dalam suatu Riwayat dikisahkan bahwa Khalifah Umar bin Khaththab RA tanpa risih dan sungkan memikul sendiri air untuk mengisi Bak Penampung Air seorang janda dhuafa disuatu kampung. Hal ini dilakukan sang khalifah berulang kali, bolak-balik dari sumber mata air ke rumah janda dhuafa tersebut hingga penuh Bak Penampungnya.

Aktivitas sang khalifah ini membuat risau dan gelisah sahabat-sahabat saat itu, salahsatu adalah Urwah bin Zubair yang menegur atau tepatnya mengklarifikasi langsung ke beliau. “Ya Amirul Mukminin, apa yang engkau lakukan ini sungguh membuat kami malu, kami kaum muslimin. Dan sungguh apa yang engkau kerjakan telah menjatuhkan martabat engkau sebagai khalifah dan pemimpin kami. Bukankah engkau sepatutnya dapat memerintahkan staf engkau untuk mengerjakan pekerjaan ini ? Ya Amirul Mukminin.”

Lalu apa yang dijawab oleh sang khalifah ? Tanpa ada rasa bersalah dan risau beliau menjawab.

“Wahai Urwah bin Zubair sahabatku, sungguh apa yang aku lakukan ini tak lain sebagai penebus dosaku kemarin.” Khalifah yang ditakuti kawan maupun lawan hingga iblis pun lari jika beliau datang.

Khalifah pun bercerita bahwa “kemarin saya memanggil seluruh gubernur diwilayah yang aku pimpin untuk hadir dalam suatu majelis, disitu aku memberikan petuah, instruksi maupun wejangan kepada seluruh gubernur yang hadir. Semua yang aku sampaikan didengar tanpa ada bantahan. Apa yang aku jelaskan mereka simak dengan baik. Sampai-sampai tak ada yang berani menatap mataku. Hingga akhirnya mereka kembali ke negeri mereka masing-masing. Namun, disaat aku menyampaikan petuah-petuah tersebut muncullah dipikiranku ini sebuah bisikan, bahwa begitu perkasa dan berwibawanya aku ini dihadapan mereka sehingga muncul segores kesombongan dihati ini. Atas dasar peristiwa itu maka aku membalas dosa kesombonganku dengan memikul air ini sendiri wahai Urwah bin Zubair.”

Jawaban yang membuat bulu kuduk merinding.

Selain kisah yang penuh hikmah diatas, ada pula beberapa peristiwa yang tersurat dalam al Quran mengenai Kisah bermuatan Sombong. diantaranya :
–Kisah Sombong karena keturunan seperti Iblis karena ia terbuat dari api sedangkan manusia dari tanah.

— Kisah Sombong karena Ilmu dan Harta seperti Qorun yang dengan lancangnya mengatakan bahwa
kekayaannya yang ia peroleh adalah karena Ilmu yang ia kuasai sehingga ia memperoleh kekayaan yang demikian.

— Kisah Sombong karena Kekuasaan seperti yang dialami Fir’aun sampai ia memproklamirkan dirinya “Ana man Robbuka.” Saya adalah Tuhan kalian, saat dihadapan para pengikut-pengikutnya disuatu pertemuan di istananya.

— Kisah Sombong karena Usia seperti Abu Lahab yang dengan congkaknya meremehkan semua tanda dan wahyu yang melekat dalam diri Baginda Rasulullah yang tak lain adalah keponakkannya sendiri dan sudah mengakui bersama kaumnya saat itu bahwa Muhammad diberi gelar “Al Amin” atas kejujuran dan keshaleh-an Beliau namun karena ia seorang pemuka masyarakat enggan dengan ego-nya beriman atas kenabian Muhammad SAW yang masih dianggap anak muda dan tak pantas memperoleh kemuliaan.

=====

Semoga kita terlepas dari sifat sombong dan Allah senantiasa menjaga kita. Amin.

Maaf jika ada salah menuliskan kisahnya karena keterbatasan hamba dalam mencerna.
Moga berkenan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s