Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Bukit Asam Siap Patuhi Kewajiban Pasok Batu Bara

Tinggalkan komentar

PALEMBANG (MI): PT Tambang Batu Bara Bukit Asam siap mematuhi kewajiban pasok batu bara untuk kebutuhan domestik. Langkah itu terkait dengan kurangnya batu bara di sejumlah pembangkit listrik.

Corporate Secretary PT BA Eko Budiwijayanto menuturkan saat ini sekitar 70% dari 10 juta ton per tahun kapasitas produksi PT BA digunakan untuk memasok pasar domestik. Sekitar 5,1 juta ton untuk kebutuhan PLTU Suralaya, Banten, 1,1 juta ton dipasok ke PLTU Bukit Asam, Tanjung Enim, dan sekitar 800 ribu ton dikirim untuk PLTU Tarahan, Lampung. ”Jadi sesuai dengan kontrak, sebanyak 70% untuk domestik,” ujarnya di Palembang, kemarin.

Eko mengakui anak perusahaan PT BA di Semarang, Jawa Tengah, juga pernah memberi kontribusi pasokan batu bara ke PLTU di Cilacap saat kekurangan bahan bakar tahun lalu.

Bahkan, tambahnya, PT BA tengah melakukan persiapan untuk mengeksploitasi batu bara di Cirenti, Riau, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. ”Yang di Cirenti dipersiapkan untuk proyek listrik 10 ribu megawatt,” paparnya.

Sebelumnya, pemerintah sudah memutuskan menerapkan DMO batu bara. Langkah itu diambil untuk mencegah kelangkaan batu bara di masa yang akan datang.

Sesuai dengan kebutuhan
Sementara itu, pemerintah tidak berencana menetapkan persentase atau besaran kewajiban pemenuhan pasar domestik untuk batu bara. Sebab, penentuan kebutuhan angka DMO akan didasarkan dari pengajuan kebutuhan batu bara dari sektor industri, transportasi, dan listrik.

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Hukum dan Humas ESDM Sutisna Prawira, kemarin. Karena itu, sektor terkait di batu bara diharapkan dapat mengajukan kebutuhan batu bara setiap tahun kepada Departemen ESDM.

Sementara itu, sampai saat ini, Departemen ESDM terutama Direktorat Jenderal Mineral Batu Bara dan Panas Bumi (Ditjen Minerbapabum) belum pernah mendapat angka rinci kebutuhan pasokan batu bara untuk industri dalam negeri.

Padahal, menurut Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara MS Marpaung, dengan adanya laporan rinci tersebut, pihaknya dapat memiliki gambaran kebutuhan industri dalam negeri sebenarnya. “Seharusnya industri melapor kepada saya,” ujarnya.

Di tempat terpisah, pemerintah optimistis proyek percepatan pembangunan pembangkit 10.000 megawatt (Mw) akan beroperasi sesuai dengan target. Meski di awal banyak menghadapi berbagai kendala, proyek diperkirakan beroperasi pada 2009-2011.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pembangkit Yogo Pratomo menyatakan, “Kami tetap optimistis proyek ini berjalan sesuai dengan rencana yakni 10% penyelesaian 2009, 80% di 2010, dan selesai 100% pada 2011,” katanya.

Yogo menjelaskan proyek percepatan pembangunan 10.000 Mw dari awal memang mengalami banyak kendala. Seperti tumpang tindih lahan dengan kehutanan yang membutuhkan proses panjang yang terjadi Labuan, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Juga, soal proses pencairan pendanaan disebabkan perlunya jaminan penuh pemerintah hingga masalah infrastruktur pengadaan batu bara yang terkait dengan ketersediaan pelabuhan dan jalan. “Berbagai kendala tersebut membuat jadwal sedikit bergeser, tapi kami akan kejar sisa waktu yang ada sehingga proyek dapat beroperasi sesuai dengan target,” katanya.

Untuk tahap awal, pembangkit yang akan diresmikan dan sudah mulai beroperasi sekitar 2009. Proyek 10.000 Mw yang beroperasi tahun itu adalah PLTU Indramayu, PLTU Rembang, dan PLTU Labuan.

Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar mengatakan proyek 10.000 Mw merupakan solusi mengatasi kelistrikan yang terjadi saat ini. Menurutnya, dengan rasio kelistrikan, rumah masyarakat yang telah teraliri listrik baru 56%. “Masih butuh 44% lagi dan itu membutuhkan banyak pembangkit baru,” ujarnya. (Bhm/Pia/E-2)

sumber berita : mediaindonesia.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s