Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Kontrak Tambang Siap Dinegosiasi Ulang

Tinggalkan komentar

JAKARTA (MI): Pemerintah siap melakukan negosiasi ulang seluruh kontrak tambang. Langkah itu dilakukan untuk menyesuaikan dinamika yang berkembang di masyarakat.

“Kami siap negosiasikan kontrak kembali, menyesuaikan dengan dinamika yang ada,” kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam raker pembahasan UU Mineral dan Batu Bara (Minerba) dengan Komisi VII DPR di Jakarta, kemarin.Meski begitu, pemerintah mengajukan empat syarat sebelum menegosiasikan kembali kontrak-kontrak itu. Pertama, pemerintah perlu waktu lima tahun untuk menegosiasikan kembali kontrak tersebut dengan substansi negosiasi ditentukan kontrak per kontrak.

Kedua, perubahan kontrak tersebut harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ketiga, dalam hal terjadi perubahan selama persetujuan masih berjalan, harus ada persetujuan ulang para pihak untuk memperbaikinya. Keempat, perubahan kontrak tidak meniadakan hak-hak para pihak. “Jadi ada empat syarat itu sebelum dilakukan perubahan kontrak,” ujarnya.

Pemerintah berpatokan pada Pasal 1338 Kitab Hukum Perdata yang menyatakan semua persetujuan yang dibuat secara sah berlaku sebagai UU bagi pihak yang membuatnya. Purnomo juga mengatakan pemerintah menginginkan perubahan kontrak tersebut tidak masuk UU Minerba, mengingat substansi negosiasi tergantung kontrak per kontrak.

“Kasus di tiap-tiap kontrak kan beda-beda,” ujarnya.

Dalam rapat itu, masih terjadi perdebatan di antara anggota Komisi VII DPR, apakah perubahan kontrak masuk ke pasal peralihan UU Minerba atau tidak. Selain itu, masih dibahas berapa lama waktu bagi kontrak yang sudah berjalan menyesuaikan dengan UU yang baru.

Sementara itu, untuk masa peralihan, Fraksi Partai Golkar menginginkan masa peralihan selama lima tahun, PAN tiga tahun, PKS empat tahun, PDIP tiga tahun, dan PKB 0-1 tahun.

Karena pajak
Pada kesempatan terpisah, pengamat energi dari Center for Petroleum & Energy Economic Studies (CPEES) Kurtubi mengungkapkan, investasi di sektor hulu minyak dan gas (migas) Indonesia terpuruk karena adanya hambatan pada peraturan, terutama masalah pajak di UU Migas No 22/2001. Untuk membuat investasi di sektor migas kembali bergairah, harus ada amendemen, terutama Pasal 31 tentang Pajak.

Menurut dia, UU Migas yang seharusnya mendorong investasi ternyata malah membuat takut investor migas.

“Karena dalam Pasal 31 UU Migas, perusahaan migas harus membayar pajak sebelum produksi. Padahal itu bertentangan dengan isi production sharing contract (PSC),” jelas Kurtubi.

Dalam PSC, yang merupakan kontrak terikat antara produsen dan pemerintah, produsen hanya akan dikenai pajak jika dia sudah berproduksi secara komersial. Tetapi, ternyata muncul Pasal 31 UU Migas yang isinya bertentangan.

Memang, jelas Kurtubi, pada akhirnya dikeluarkan Peraturan Menteri Keuangan yang membatalkan kebijakan pajak ke produsen sebelum produksi. Tetapi muncul masalah lain, yakni UU Kepabeanan yang menerapkan pajak bea masuk untuk barang-barang produksi.

“Diselesaikan lagi dengan permenkeu yang menghapus bea masuk. Tetapi itu hanya berlaku setahun, sebab dasar keluar aturannya adalah UU APBN yang berlaku setahun,” tandas dia.

Di sisi lain, investor butuh kepastian hukum dalam jangka panjang. Bukan hanya kepastian dalam satu tahun. Akhirnya, investor memilih untuk tidak melakukan eksplorasi di lapangan baru.

Yang dilakukan adalah, melakukan eksplorasi di lapangan-lapangan lama mereka. Karena risiko lebih kecil. Jika tidak dapat produksi pun, biaya yang dikeluarkan tetap dapat dibayar kembali melalui cost recovery. “Karena itu wajar jika cost recovery meningkat terus, tetapi produksi turun,” tukas Kurtubi. (Pia/E-1)

sumber berita : mediaindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s