Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

masih failed juga pas seleksi wawancara ?

Tinggalkan komentar

contoh pertanyaan seorang sahabat gw di seberang sana via email yang gw share disini, moga bermanfaat. Amin.
==============================================
gw cuma nanya kl kita lg diwawancara trus dikasih pertanyaan kayak gini, jawaban yg bagus apa si? secara elu kan orang SDM, hehehe

abis gw masih bt krn kmrn ada lowongan, gw failed di psikotest n wawancara psikotesnya

DAFTAR PERTANYAAN

1. apa kekurangan dan kelebihan Anda
2. Apa ada pekerjaan yang masih mengganggu atau masih yg harus diselesaikan?
3. coba sebutkan masalah yang terjadi yang pernah dihadapi dan bagaimana mengatasinya
4. menurut Anda kenapa Anda dipilih untuk menjadi “something” (misalnya duta cabang)
5. kalau misalnya begitu banyak tugas yang anda lakukan, bagaimana mengatasinya?

trus kl ada isian psikotest tentang kepemimpinan, ‘pemimpin’ yang ideal itu gimana si? yang mempercayakan suatu proyek ke anak buahnya apa kita mengontrol secara ketat jalannya n kerjaan anak buah dalam mengerjakan proyej tsb???

plz answer me, coz i always fail when being interviewed, n im wondering whats wrong ya with me? apa krn gw ga pd-an juga????

hehe maap ya LC, i need ur advise
tenkyu very much

==============================================
boleh tau, emang kut seleksi dimana nie..?

bismillahirrahmanirrahim….

gw coba bantu pertanyaan2 yg menggelisahkan lw sesuai keterbatasan pemahaman gw yah…

Gini, psikotest dan interview bukan mencari hasil sekedar benar / salah aj tapi banyak variable yang menyangkut dan dilihat oleh psikolog maupun manajemen di Human Capital Development tsb seputar seleksi calon karyawan, diantaranya bisa :

background kandidat yang sesuai requirment dan role design sesuai posisi yang akan diisi sang kandidat.

jika dia experience, dilihat lagi experience-nya sesuai dengan kebutuhan User tsb apa ngga, dilihat faktor antara kaitan dan kecocokkannya. Sebagai contoh walau gw background IT namun gw experinece di HR lalu gw apply lagi ke company lain untuk mengisi tantangan / kesempatan di area HR tentunya “nilai experince” gw akan lebih besar (+plus pertimbangan prestasi di bidang pendidikan dan aktivitas organisasi juga) dibanding gw apply ke Dept IT misalnya. Klo gw di-hire di Dept IT tentu yang dilihat prestasi kuliah sebagai anak fresh namun pengalaman di HR menjadi pendukung saja.  jika dia fresh graduated, sang interviewer tahap pertama (Psikolog HRD) akan menggali mulai dari potensi, bakat atau minat kandidat tsb terhadap posisi yang ditawarkan atau tersedia dengan merunut mulai dari masa kecilnya sd sebagai mahasiswa apa yang menjadi faktor sampai kondisi saat ini.

lalu bagaimana dia melalui lompatan / tahapan yang penuh (jika ada) tantangan atau tidaknya dan bagaimana dia mewujudkan problem solving baik yang berkaitan dengannya langsung / tidak mulai dari enviroment yang mendukung apalagi yang menghambat.

lalu, meng-apply ke company laen dan kebetulan posisi yang akan diisi sedikit banyak berkaitan dengan pengalaman di perusahaan sekarang tentunya sang interviewer akan menggejar informasi kandidat apakah selama diperusahaan lama & sekarang ia menyelesaikan tugas2nya dengan tahap yang bagaimana.

informasi lainnya misal, hubungannya dengan atasan, rekan kerja atau team member-nya juga bagaimana baik saat menjalankan tugas2 yang diembannya, tugas sebagai anggota tim, maupun tugas rekan kerja yang sedikit banyak terkait dengan tugas individunya.

ngomong2 berapa lama waktu yang lw habiskan untuk interview tsb ?

Nah, seorang kandidat kadang lama waktu tempuh interview bisa jadi :

interviewer menemukan “bola” untuk dikejar terus karena penasaran dan jengkel karena kandidat mulai tidak jujur atau menjawab sekedarnya atau berusaha menutup-nutupi atau terlalu hiperbola sehingga interviewer jadi “senang” memojokkan kandidat tsb.

atau, kandidat tsb mulai terlihat “bintang” nya sehingga membuat intrerviewer penasaran dengan potensi yang dibawa kandidat tsb dan apa manfaat yang akan dirasakan kelak.

sebaliknya juga bisa, karena kandidat tsb amat “bobrok” atau smart sehingga interviewer cepat mengambil kesimpulan, karena interviewer sudah bisa mengambil kesimpulan sejak menit pertama interview lho…

Dalam perjalanan suatu proses seleksi calon karyawan (sory klo yang PNS/BUMN gw kurang tau) adakalanya interviewer atau psikolog melihat potensi/minat/bakat/prestasi/pengalaman kandidat tsb dan kebetulan cocok dengan kebutuhan organisasinya sehingga yang tadinya kandidat meng-apply posisi A ternyata diarahkan ke posisi B.

Jika lw udah melewati tahap Interview HR (bisa jadi HR tsb staf perusahaan tsb atau via konsultannya) maka kandidat dapat lanjut ketahap interview User, lalu Direksi. Ditahap ini, User akan menggali skill2 kandidat tsb cenderung dari segi teknis, misalnya lw akan ditest / digali potensi yang menyangkut Finance, Accounting, Treasury, Budget atau Tax klo lw berhadapan dengan User dari FAT.

Ditahap Direksi yang terkait bisa jadi begitu atau mungkin digali hal2 yang basic dan kadang kita sering lupa dan tanpa sadar / spontanitas menjawab yang diluar perkiraan kita. Hati-hati. Bisa jadi tentang masa kecil, kuliah, atau keseharian kita.

Teknik interview tidak sekedar satu kandidat berhadapan dengan satu interviewer, bisa jadi disuatu kesempatan prosesnya dalam bentuk panel, yang nanyain lebih dari satu orang, kayak sidang gituh….

ada juga yang dalam bentuk leadership group discussion & targeted selection jadi interview/HR nya cuman memantau dan mengamati proses diskusi antar kandidat tsb yang bermain peran dari suatu kasus/project yang diberi.

Semua pertanyaan yang lw terima hanya sebagian dari proses seleksi yang gw gambarin secara general diatas. Jadi kembali lagi ke kandidat tsb karena PD pun tidak cukup atau sebaliknya skill dan kompetensi kandidat tidak dibarengi dengan habit / sikap / mental kandidat tanpa didukung oleh percaya diri atao tidak.

Sementara ini dulu, jika ada yang kurang jelas ato ditanyain lagi, silahken segera reply ajah ye…

Wassalam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s