Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Ironi SD al Amin

2 Komentar

Di kelas 1 suatu Sekolah Dasar al Amin, terjadi sebuah dialog :

Bu Guru        : “Assalamu’alaikum anak-anakku tersayang, Apa Kabar pagi ini ?”
Murid-murid: “Wa’alaikumsalam buuuuuu  Guru, Alhamdulillah.” Menjawab serempak dan antusias.

Bu Guru        : “Baik, sebelum kita mulai hari ini bu guru ingin sedikit mengulangi materi akhlaq kemarin ya…, Hayoo siapa yang ingat, siapa Nabi Terakhir ?”

Sang murid pun mulai berebut mengacungkan tangan dengan antusias ingin menjawab. Ditunjuklah salahsatu diantara mereka :
Bu Guru         : “Ayo Fernando Sitorus sayang silahkan..”
Fernando       : “Nabi Terakhir, Baginda Nabi Muhammad SAW, bu guru.”
Bu Guru         : “alhamdulillah, bagus. Hayoo siap-siap yah…  Siapa nama ayahanda Nabi Muhammad ?”

sambil mengacungkan tangan, Harri Septriadi, Ilham Manurung dan Eko Yuniarto dengan lantang menjawab serempak: “Abdullahhhhhhhhhh….” sebelum dipersilahkan bu guru.

Bu Guru         : “Wah ibu belum sempat menunjuk siapa eh sudah berebut (hatinya pun turut riang). Alhamdulillah jangan sampai lupa ya. ”

Sekarang bu guru lanjutkan ke pertanyaan berikutnya untuk lebih merefresh semua siswa didiknya.

Bu Guru     : “Berhubung masih pagi ibu tambah lagi satu pertanyaan ya. Dengarkan baik-baik. Apa gelar yang diterima Nabi Muhammad SAW terima dari kaumnya sejak remaja ? ”
Irham        : “al amin bu guruuuu….” dengan lantang tanpa ada yang dikomando.
Bu Guru     : “Terimakasih. Irham tidak lupa, begitu pula yang lainnya jangan lupa yah.. Sekarang ada yang tahu apa artinya al Amin ?”

Dalam keheningan dan riuh rendah suasana kelas menyeletuk seorang murid, Muhammad Ali.

Ali            : “bu guru, bukannya al amin itu yang ditangkap ama KPK ? aku nonton di tivi begitu kemarin.”
Mardyah   : “Iya tuh bu Guru, aku juga denger dari cerita papa pas nonton di berita.”
Yunis       : “berarti al amin bukan lagi artinya “yang terpercaya” ya bu guru ?”
Bu Guru    : …*&%%#… #@% …

Bu Kiki, guru muda yang masih single itu hanya bisa diam terpaku membisu, lidahnya kelu, matanya berkaca-kaca entah bagaimana harus menjelaskannya. [mfirmanshah]

Iklan

2 thoughts on “Ironi SD al Amin

  1. hiKs,,
    miris mbaca tuLisan iniyh,,
    lebih meiris lagi kalau mengingat emang kenyataan yang sedang terjadi begitu,,

    grrrhhh,,
    kenapa orang bertindak tidak memikirkan akibatnya dulu yah??
    😈

    salam kenal,,
    :mrgreen:

  2. salam kenal juga yah 🙂
    makacih dah singgah disini…
    lagi belajar bikin cerita pendek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s