Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Mengapa Harus Di Jalan Da’wah Aku Menikah ?

Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum wr,wb

RISKAder In Love,

Jika artikel yang saya lampirkan ini Anda nilai ada kebenarannya maka kebenaran itu datangnya dari Allah, kalau Anda nilai sebaliknya, maka kesalahan itu datangnya dari saya.

===========================================================

Mengapa Harus Di Jalan Da’wah Aku Menikah ?
Oleh : Fahrurozi 140708

Bismillahirrahmanirrahim
Assalaamu’alaikum wr,wb

Kita tahu bahwa istiqomah tidak semudah yang diucapkan. Tapi lebih diuji pada saat pengejawantahannya. Ketika dulunya seorang Riskader sudah berkomitmen, maka ia harus menjadi pemenang, dengan mempertahankan komitmennya tersebut. Dan tidak sedikit yang futur dalam da’wah karena diawali dengan proses pernikahannya yang tidak islami, baik itu caranya maupun prosesnya itu sendiri.

Salah satu ujian kestiqohan dalam da’wah adalah menikah, kita bisa melihat keikhlasan mereka juga dari proses pernikahan mereka, sudah banyak aktifis da’wah yang tangguh di lapangan, atau tangguh ketika segudang amanah menumpuk pada pundaknya, tapi dari sekian banyak aktifis yang tangguh tersebut, hanya sedikit yang teruji komitmennya terhadap da’wah ketika dikorelasikan dengan pernikahannya. Ia mengganggap, bahwa pernikahan adalah masalah pribadi, maka ia berhak untuk mencari sendiri, hatta pilihan itu teman seaktifitasnya. Hal ini bukan pada masalah berarti seorang ikhwan tidak boleh memilih sendiri, namun pada masalah keinginan untuk membicarakannya kepada orang yang dapat dipercaya yang seharusnya lebih diutamakan.

Pernikahan ialah proses membangun peradaban, dan termasuk dalam tahapan da’wah yang lebih luas dan menjadikan cahaya Islam tegak diatas segala-galanya. Karena ketika proses pernikahan dibicarakan , setidaknya kita punya gambaran obyektif terhadap pernikahan kita nanti.

Pernikahan dalam dakwah tidak hanya bertujuan untuk melampiaskan cinta kasih saja. Tapi ada tujuan yang lebih jauh dari itu. Seorang aktifis dakwah saat ia jatuh cinta, maka ia harus memandangnya jauh dari sekadar memandang kemolekan tubuh, kecantikan wajah, ataupun hal-hal yang menyenangkannya. Ia juga harus memikirkan seperti apa gambaran keluarga yang akan dibangun dari pernikahan begitu juga dengan pendidikan anak2nya kelak. Tak ketinggalan ia harus merancang peran yang besar dalam masyarakat, terutama saat titel ’kepala keluarga’ atau ibu rumah tangga telah disandangnya.

Inilah yang dirancang dakwah dari sebuah pernikahan seorang da’iNya. Jatuh cinta menuntut banyak hal yang mampu meningkatkan kualitas perannya dalam dakwah. Masalah cinta memang terkait dengan masalah pribadi, selera pribadi. Tapi hendaknya kita menjadikan selera pribadi kita lebih berbobot dan dewasa.

Jika kita belum bisa memikirkan hakikat pernikahan sejauh ini, lebih baik jangan membuat masalah dengan ’tembak-menembak’, karena itu bisa mengeruhkan niat kita dalam dakwah. Minimal mengeruhkan struktur kepribadian yang ada pada diri kita. Bersusah payah  membangun bangunan akhlaq islam, namun dirobohkan henya dengan secuil ’ungkapan nyeleneh’ tentang cinta, atas nama cinta dan dakwah.

Cobalah lagi mengingat tentang perjalanan da’wah di RISKA, yang telah memberikan kita sebuah ladang amal untuk ikut berkecimpung didalamnya, bahkan karena da’wah ini pula kita ingin menikah, karenanya kita tak ingin mati di luar da’wah. Tak ingin menjadi seperti seekor laba-laba yang mengurai benang menjadi sarangnya, yang sepertinya kokoh menghadapi lawan, namun ternyata dengan mudah hancur karena terpaan angin.

Semoga kita tetap bisa tegar dalam da’wah hingga 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, hingga mati..agar suatu hari nanti kita bisa berkumpul lagi di jannahNya kelak, kita bisa bercerita tentang kenangan sulitnya dan haru birunya da’wah kita di RISKA saat ini.Amin ya robbal alamin..

Wallahu ’alam
Diambil dari beberapa tulisan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s