Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Jelang pengalihan Indosat

Tinggalkan komentar

Kemarin, kamis 170708 di koran Bisnis Indonesia terpampang headline utama yang menarik saya tentang rencana pelepasan saham mayoritas Indosat oleh QTel sebesar 49 % dan ditambah 2 % berkolaborasi dengan Gobel sehingga mewujudkan mayoritas pemegang saham. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa di era presiden megawati telah terjadi jual obral murah secara serampangan begitu banyak aset-aset potensial BUMN atas dasar logika berpikir yang kacau tanpa pertimbangan progresif dan matang yang salahsatunya adalah penjualan kapal tanker pertamina dan indosat ini.  Singkat cerita, sejarah mencatat hingga sekarang negara pulau singapura melalui kongsinya memenangi pengambilalihan saham indosat yang membuat goncang dan geger mulai dari politisi, pemegang saham, serikat pekerja sampai pelanggan setia indosat, masyarakat kebanyakan.

Kongsi Qatar Telecom QSC (QTel) dengan mengandeng mitra lokal Rachmat Gobel yang lebih dikenal sebagai preskom PT Panasonic Gobel Indonesia selain posisi sebagainya Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia untuk menjadi pemegang saham pada PT Indosat Tbk merupakan strategi dalam menguasai 51 % saham operator seluler terbesar kedua di Indonesia itu. Tanpa menggandeng mitra strategis, Qtel hanya boleh memiliki maksimal 49 % saham di Indosat karena terbentur Peraturan Pemerintah  No 111/2007 yang disebutkan batasan kepemilikan asing pada penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap maksimal 49%, karena Indosat juga menjadi operator fixed wireless.

Terlepas dengan adanya niat QTel diatas, juga dikabarkan Grup Bakrie & Brother dan raksasa investasi dari Rusia, Altimo, dikabarkan berminat segera menggelar penawaran tender tandingan.

Jika memang rencana QTel ini terwujud, insyaAllah ini merupakan berita baik agar dapat mendorong masuknya investasi dari Timur Tengah yang selama ini banyak mengalir ke Malaysia dan angin segar sebagai obat atas duka bangsa ini yang dilukai oleh orang yang mengaku pemimpin di eranya belum lagi kencangnya hembusan tentang siapa dibalik kepemilikan Temasek dan dugaan tersebut diperkuat dengan rebranding dengan logo baru Indosat yang mirip dengan bintang daud.

Mungkin bagi kebanyakan orang, siapapun pemilik mayoritas saham atas jasa/produk yang dikonsumsinya, ia tidak peduli atau mau tahu namun bagi saya tidak. [mfirmanshah]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s