Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

hujan pagi mengantarkanku

Tinggalkan komentar

Beberapa menit sebelum adzan shubuh berkumandang hujan lebat mengguyur Jakarta dan sekitarnya yang cukup mengagetkan saya yang sudah merencanakan dinas pagi ini [ Selasa, 120808 ] ke Samarinda padahal sudah beberapa waktu yang cukup lama Jakarta sudah tidak hujan. Terlebih kekuatiran yang disebabkan hujan ini (maksudnya repot karena masih naek tunggangan besi, red) menjadi kendala yang menghinggapi saya ini yang sudah janji berangkat bareng dengan Mas Heri dari halte Arion pukul 0700 agar tidak telat sesampainya di Bandara Soekarno Hatta mengingat jadual GA pukul 0935. Walau akhirnya pada saat check-in petugas konternya menyampaikan “reschedulle” penerbangan menuju Sepinggan Balikpapan mundur 30 menit dari jadual yang tercantum sebelumnya 0905. Selepas check-in kami kembali keluar mengingat waktu yang cukup panjang menunggu waktu boarding dan seperti biasa temen saya ini yang dipikirannya langsung untuk menghisap rokok sambil menunggu, akhirnya restoran cepat saji menjadi pilihan kami.

Perjalanan kali ini saya bersama rekan dari IT, Heri Setiyawan dalam rangka Sosialisasi dan Training Aplikasi Database Recruitment bagi para konsultan Recruitment PAMA sebagai lanjutan dari agenda tempo hari yang sudah dilaksanakan di ADRO INDO bagi rekan-rekan HR Site.

Keasyikan menunggu diluar, tersadar, ternyata sudah waktunya boarding namun masih belum melewati dari batas waktu. Beberapa meter sebelum memasuki ruang tunggu boarding, seorang wanita yang bertugas di Gate 5 memandang kearah kami sambil bertanya dari kejauhan “Bapak Muhammad dan Bapak Heri ?” Mungkin dihatinya cukup lega atas kedatangan kami, atau memang kami sudah dinantikan kedatangan kami ? Ah bikin kami kegeeran ajah. Toh dengan santainya rekan saya itu berucap “Kalo bisa pesawatnya yang nunggu kita, bukan kita yang nunggu pesawatnya”.
***

Walau dalam perjalanan mulai diawal, ditengah dan jelang pendaratan sang pilot mengabarkan cuaca yang kurang bersahabat,–Alhamdulillah– pukul 1245 WITE, pesawat mendarat di Sepinggan dengan selamat dalam cuaca 29 derajat menurut informasi yang disampaikan oleh sang pilot. Dibandara kami dijemput oleh Pak Puroso, dari Support Office Balikpapan dan perjalanan dilanjutkan menuju Rumah Makan Tulungagung yang menyajikan menu khasnya, pecel bumbu kacang. Berarti sampai siang ini saya sudah makan 3 kali, sarapan dari rumah, dipesawat dan siang ini. Wow, jadi kuatir gendut nih ibu…

O ya, mengapa saya tulis WITE diatas, karena saya juga mengikuti ‘kearifan lokal’ yang menyebutnya bukan WITA, tapi WITE [ Waktu Indonesia TEngah ]. Logis juga saya pikir, toh pemberian 3 singkatan waktu yang ada sekarang pemberian di era penguasa dulu, yang semua berada dibawah kendali pusat, dan itu belum tentu sesuai selera setempat.

Ini perjalanan saya yang kedua dalam dua bulan terakhir ini keluar jawa. Terucap oleh teman saya “Memang Yang Maha Kuasa sudah mengaturnya, ketika kita tidak mampu untuk jalan-jalan keluarkota, malah dikasih jalan dengan caraNya ” [mfirmanshah]

bersambung…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s