Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Makan Siang yang Hambar

Tinggalkan komentar

Jam didinding belum menunjukkan pukul 8 pagi, saya dan dua rekan tim RAS menerima berita yang ‘menyulut’ bara dibeberapa departemen terkait dari HO sampai Site. Dan hal yang lebih mengkhawatirkan adalah potensi riak di masyarakat sekitar. Saya dan mereka menelusuri history process recruitment kandidat tsb yang Alhamdulillah masih saya simpan di Local Achive sehingga menjadi dokumen pendukung dan penguat dalam menjabarkan ke management. Berargumen sejauh apapun jika bicara tanpa berdasarkan fakta dan data hanya menjadi sia belaka.

Tak lama berselang Division Head memanggil kami untuk dimintai keterangan perihal email yang diterima beliau (termasuk kami juga terima) yang didalamnya selain polemik yang meresahkan ini bersentuhan juga dengan RAS, PM, Industrial Relation, Operational Dept, HCS dan ComDev.

Sebenarnya kemarin email ini sudah kami terima kemarin namun kami belum melihat potensi masalah mengingat sebelum tanggal sign contract dan pengumuman hasil MCU calon karyawan tersebut sudah diumumkan dan diselesaikan ditingkat Site, siapa saja yang lolos dan tidak lolos MCU. Email archive pun sudah saya tunjukkan sorenya ke rekan dari Operation Dept. yang menanyakan perihal ini. Dan bahkannya proses training sudah berlangsung dibulan pertama. Lalu apalagi yang menjadi masalah begitu pikir saya.

Disinilah potensi konflik ini mencuat, seperti biasa dibulan pertama pihak instruktur menerima uang saku perdana siswa magang tersebut secara cash dan diserahkan ke mereka secara tunai mengingat rekening mereka dalam proses pembuatan saat sign contract. Disaat salahsatu dari mereka melihat daftar siswa penerima uang saku yang tak lain nama adiknya yang tidak diterima masuk tapi tercantum didaftar tersebut. Inilah yang menjadi pertanyaan ybs. Sang instruktur sudah menjelaskan bahwa dia hanya menerima daftar tersebut, silahkan tanyakan ke pihak terkait. Lalu sampailah berita tersebut ke pihak keluarganya yang membawa masalah ini bersama tokoh agama setempat mendatangi pihak HR Site untuk meminta klarifikasi mengapa nama anaknya tercantum tapi tidak diterima sebagai siswa magang. Bahkan sudah mengarah ke SARA. Penjelasan yang diberikan rekan HR Site sudah jelas bahwa anda tidak memenuhi kriteria penerimaan siswa magang di tahap MCU. Dan hal ini sudah diperjelas dan dipertegas oleh saya via email atas feedback yang diberikan ke HR Site.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah:

  • mengapa nama yang tidak sign contract namun tercantum dalam daftar penerima uang saku ?
  • mengapa hal ini sampai sejauh ini ? siapa yang “mengipasi ? “

Manajemen harus menemukan dan memberi SP pelaku yang menyebarkan informasi yang bukan wilayah kerjanya. !!! Semoga ada hikmah yang masih menjadi Rahasia Allah Ta’ala.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s