Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Lagi musim batuk…

Tinggalkan komentar

Kemarin (Senin, 150908) saya terpaksa tidak ngantor. Bukan karena malas, tapi sejak sabtu, batuk dan flu yang mengganggu ini rasanya sudah cukup. Awalnya hidung yang agak tersumbat ini saya anggap biasanya esok juga reda. Bahkan sejak awal ramadhan saya sudah tambah dengan suplemen tambahan, enervon-c.  Sabtu – Ahad pun saya masih bisa menemani Sahabats panitia Pesantren Kilat Kids di Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia. Terlebih sepekan terakhir ini, sebelum tidur saya sudah tambahkan dengan minum Tolak Angin cair mengingat intensitas pekerjaan dikantor grafiknya bukan menunjukkan trend berkurang disaat ramadhan malahan digenjot lebih keras. Entah apa yang dipikirkan dan ada dibenak orang-orang itu. Saya tidak mengerti.

Awalnya saya bersyukur, disaat rekan lainnya baik dikantor maupun ditempat lain pekerjaannya menurun atau dikondisikan disaat puasa, tentu rasa kantuk yang menyerang tak terhindarkan menjadi tantangan mereka berikutnya. Namun, disaat bersamaan Ramadhan tahun ini saya lalui sebaliknya dengan grafik pekerjaan yang melonjak tajam drastis dibanding hari biasa yang sudah masuk kategori rush hour.

Selepas shalat shubuh –yang ditahun ini saya berjanji untuk tidak tidur lagi– terpaksa rebahan lagi nyaris sampai pukul 0900 walau pada dasarnya tanpa berkualitas karena sering terganggu dan terjaga oleh batuk yang cukup berirama ini. Sekitar pukul 0730 saya putuskan kirim saja sms ke rekan dikantor. “Pak, saya terpaksa tidak masuk, sejak sabtu sd sekarang masih kurang sehat. Izin dulu hari ini. ThX”. Singkat dan jelas 🙂

Tidak terbayang, dalam keadaan puasa tanpa aktivitas yang jelas. Yang terbayang adalah tugas laporan tertulis tugas akhir semester sistem informasi dakwah yang jatuh tempo senin ini. Namun apa daya, antara kondisi yang tidak mengizinkan berbaur dengan rasa malas akhirnya jam 1100 saya tidur lagi. Akibatnya saya terbangun pukul 1230 hingga tidak dapat shalat berjamaah. Akhirnya selepas mandi dan shalat, saya paksakan mengerjakan tugas tersebut hingga selepas ashar. Alhamdulillah hutang satu tuntas juga, masih ada waktu jelang berbuka puasa pikir saya, karena sakit itu tidak boleh dimanja-manjakan. Baju yang menumpuk belum disetrika minta dilirik. Huh…f.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s