Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

InsyaAllah, kau bahagia Victor

2 Komentar

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

Kamis (180908), pukul 7 pagi saya baru saja memasuki ruangan seperti biasanya. Didekat pintu beberapa rekan Departemen berbincang serius dengan mimik muka tegang. Saya yang masih menyandang tas betapa begitu tersentaknya atas berita yang membuat suasana seluruh penjuru kantor pagi ini begitu nelangsa. Rekan, Sahabat dan Saudara kami, Victor Andrian yang bergabung di PAMA, Departemen HCS pada 110208 dikabarkan hilang dalam perjalanan dengan perahu kelotok di Sungai Barito, Muara Teweh pukul 8 malam. Perahunya yang ditumpanginya membawa barang-barang logistik ketika hendak kembali ke Site Project yang masih terbilang baru, TOPB, ditabrak oleh kapal yang lebih besar dari arah yang berlawanan.

Walau baru kenal, Victor cukup akrab dengan siapa saja di Head Office terlebih setelah awalinya ia ditugasi mengurusi proses distribusi seragam karyawan dan distribusi Form Jamsostek karyawan sebagai moment tepat sosialisasinya secara langsung dengan rekan-rekan di kantor.  Dan ia berhasil melaluinya. Kamis siangnya, sebelum Taklim Zuhur, jamaah di Masjid Assakinah PAMA memanjatkan doa atas keselamatanmu, Victor. Kami masih optimis atas mukjizat Allah Ta’ala atas dirimu, Victor. Bahkan Pak Teddy pun yang bertindak sebagai moderator menyampaikan bahwa “saya kenal betul kawan kita, anak muda, ia sangat rajin shalat berjamaah…”

Bertepatan dengan 17 Ramadhan 1429 – 17 September 2008 kamu pergi meninggalkan kami.  InsyaAllah sesuai dengan Ust. Abdul Hafid Ali sampaikan di Taklim Zuhur siang itu, seorang yang bekerja dengan ikhlas dan karena Allah dan ia gugur dalam mengemban tugas, insyaAllah ia syahid dijalan Allah. Jamaah serentak mengamininya.

***

“Udah lama rasanya pengen ikut pengajian seperti dikampus dulu… ikut kajian rutin setiap pekannya, disini dimana yah?”

Sebuah kalimat yang masih terngiang ditelinga hingga kini dalam sebuah niat mulia yang kamu sampaikan langsung. Rasanya masih sulit dan terus terlintas dibenak ini ketika kamu ngobrol dan diskusi kecil selepas shalat jumat atau ashar di Masjid Assakinah dengan beberapa rekan sebayamu. Niat itu bersambut dengan alternatif yang pernah ditawarkan, “di RISKA aja, insyaAllah disana kamu bisa ikut ngaji bareng…”

Bahkan niat mulia itu pun telah kamu buktikan dengan sekali berkunjung ke Masjid Agung Sunda Kelapa tempo hari selepas pulang kantor bersama Faiz dan Aditya. Ingatkan, malamnya kita makan nasi goreng bersama, Victor.

Selain itu, kamu pun sudah mengutarakan niat untuk tidak menunda-nunda terlalu lama dan segera menikah. Kami tahu semua yang kamu sampaikan sangat tulus, Victor. Bahkan diskusi kita belum selesai dan tertunda hingga kini. Untuk mewujudkan niatmu itu, kamu pun dengan antusias menerima tugas mulia ini, Victor.

***

Hadapi Saja by Iwan Fals

Relakan yang terjadi takkan kembali
Ia sudah miliknya bukan milik kita lagi
Tak perlu menangis tak perlu bersedih
Tak perlu tak perlu sedu sedanmu
Hadapi saja

Pasrah pada Illahi
hanya itu yang kita bisa
Ambil hikmahnya ambil indahnya
Cobalah menari cobalah bernyanyi
Cobalah-cobalah mulai detik ini

(*)
Hilang memang hilang wajahnya
terus terbayang
berjumpa di mimpi
Kau ajak aku untuk menari,
bernyanyi
Bersama bidadari malaikat
dan penghuni surga

Kembali ke: (*)

Relakan yang terjadi takkan kembali
Ia sudah miliknya bukan milik kita lagi
Pasrah pada Illahi hanya itu yang kita bisa
Ambil hikmahnya ambil indahnya

Tak perlu menangis tak perlu bersedih
Tak perlu tak perlu sedu sedan itu
Hadapi saja

Cobalah menari cobalah bernyanyi
Cobalah cobalah mulai detik ini
Hadapi saja

***

Ya Allah terimalah  Victor teman kami di sisimu,
tempatkanlah ia di tempat yang mulia ,
begitu singkat perkenalan kami dengannya,
seorang teman yang baik hatinya,
ramah dan bersahabat dengan semua orang,

Victor .. kita semua begitu kehilanganmu,
tidak akan ada lagi senyum yang ramah dan bersahabat itu lagi disini….

Selamat jalan teman…
Pengorbananmu untuk keluarga
dan pengabdianmu untuk perusahaan tidak akan pernah sia-sia
Kita semua yakin Allah begitu mencintai orang baik sepertimu……………..

Hari ini, kami mengantarkan kamu keharibaanNya dengan ikhlas, Victor.
Doa kami senantiasa bersamamu.

***

Jangan panggil Sahabat, Rekan dan Saudara kami : Almarhum Victor Andrian, karena ia belum meninggal tapi ia hidup disamping kasih sayang Allah Ta’ala. Panggilah ia Victor Adrian Allahuyarham. Victor Andrian Allah Mengasihsayangimu semoga.

Kami yang berduka sangat dalam,
Sahabat dan Rekanmu bersama Keluarga Besar PAMA

https://mfirmanshah.wordpress.com/

2 thoughts on “InsyaAllah, kau bahagia Victor

  1. saya atas nama pribadi juga turut berduka cita atas meninggal nya mas victor andrian, walaupun saya hanya seseorang yang baru melamar menjadi karyawan pt.pamapersana nusantara di site project muara teweh dan belum pernah mengenal beliau hanya tahu sekedar dari teman saya (irwin febrian) dijakarta. semoga arwah beliau diterima disisi alla swt. dan keluarga serta sahabat yang ditinggalkan mendapat kesabaran. amien!!!

  2. Assalamu’alaikum.., afwan..karena beberapa malam ini saya memimpikan Almarhum Victor andrian, senyampe nya dikantor saya iseng search apapun tentang beliau. saya menemukan blog ini.., terima kasih telah menjadi sahabat yang baik untuk almarhum. setidaknya ini sedikit mengobati semua rindu yang tak bermuara…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s