Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Tak Tahu Etika di Masjid

2 Komentar

Dari sekian kali mengikuti shalat di masjid entah di Masjid Agung maupun di masjid kantor misalnya, selalu saja masih ditemui orang yang tak mengerti juga adab ketika berada didalam Masjid. Ada 2 (dua) perilaku buruk yang selalu saja ditemui saat shalat jamaah dimasjid.

Salahsatunya adalah untuk tidak mengaktifkan alat komunikasi saat shalat berjamaah. Padahal pengurus masjid selalu mengingatkan jamaah baik dalam bentuk tulisan dipintu masuk Ruang Ibadah maupun sebelum kumandang takbiratul ihram oleh sang Imam. Tulisan itu bisa dalam bentuk print out kertas atau banner. Walau tulisan itu terpampang dengan jelas dengan huruf yang tidak sulit dibaca sekilas mata, masih saja ada secara jelas jamaah yang menghiraukannya. Misalnya tertulis “Mohon Non-Aktifkan Alat Komunikasi Anda sebelum memasuki ruang ibadah”. Apakah semuanya itu tidak dimengerti juga ?? Kalau dibilang tidak terbaca tulisannya, saya yakin tidak.  Ya, bisa saja Anda termasuk kategori orang yang entah Cuek atau Bodoh.

Sebagai contoh di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia dipintu masuk ruang ibadah utama maupun basement, pengurus masjidnya meletakkan banner yang berisi Adab-adab yang hendaknya diindahkan oleh jamaah sebelum masuk masjid. Sudah termasuk tambahan doa dan hadist pendukungnya.

Bahkan jelang Takbiratul Ihram, sang Imam tak bosan-bosannya senantiasa mengingatkan jamaah untuk menonaktifkan alat komunikasi. Tapi masih saja ada yang membandel. Saat shalat jamaah berlangsung, seringkali nada dering telepon masuk dengan irama yang beragam dan merusak telinga ditengah kekhusyukan shalat masih hadir mengganggu. Anehnya, sang empunya mendiamkan begitu saja. Menurut saya, jika lupa menon-aktifkannya lebih diangkat lalu dimatikan (reject) saja. Itu lebih baik daripada didiamkan selama shalat berjamaah berlangsung dan terus menggangu dan mengganggu.

Ya, kita semua tahu Anda memang orang sibuk. Banyak bisnis dan relasi yang setiap saat mengontak Anda. Jadi rasanya sayang jika ada panggilan bisnis terlewat begitu saja.  Tapi tahukan Anda, perilaku yang Anda tunjukkan tak lebih dari perilaku orang pra sejarah. Perilaku yang tidak memiliki adab dan sopan santun. Perilaku kaum dijaman Jahiliyah dengan membuat berhala-berhala baru. Berhala di era informasi ini yang bernama Handphone.

Saat semua orang melafadzkan asma-asma Allah, puja dan puji syukur kepada Sang Rabb, saat jamaah meminta ampun dan petunjuk kepada Sang Maha Rahman & Maha Rahim harus terganggu dengan bunyi-bunyian yang tak bermakna.  Mulai dari nada poliponic, degung dan seruling, musik-musik cengeng, saluang atau rekaman suara bodoh dan dibuat-buat hadir merusak direlung-relung zikir.  Memang Anda mau pamer koleksi ke jamaah sekitar Anda ?

Jengkel rasanya jika masih ditemui dan masih terulang lagi, terulang lagi.  [mfirmanshah]

2 thoughts on “Tak Tahu Etika di Masjid

  1. emang ke harusan… tapi namanya manusia kadang lupa..
    semoga kita semakin sadar ketika berada di rumah Allah🙂

  2. Disamping suara alat kounikasi yang mengganggu kekhusukan sholat ada yang lebih parah lagi, ada beberapa jemaah yang melapaskan bacaannya dengan suara agak keras itupun akan lebih mengganggu kekhusukan jamaah lain, itupun tidak termasuk tidak ada etika sholat berjamaah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s