Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Tugas itu begitu ringan dan menyenangkan

2 Komentar

Beberapa waktu belakangan ini aktivitas saya bertambah satu. Kalau ada orang yang bertambah tanggungjawabnya sedikit banyak membuat ia resah dan gelisah. Tapi bagi saya bertambahnya tugas baru ini justru menyenangkan bagi saya. Tugas itu begitu ringan dan begitu senang saya menjalani. Bahkan saya begitu terobsesi untuk menunaikannya segera.

Tugas apa yang membuat saya malah sebaliknya ?

Awalnya sekedar dari permintaan Ibu untuk mengambilkan seember air dari bak dan membawanya ke halaman rumah –tepatnya didepan rumah– karena kami sudah tidak memiliki halaman rumah Hiks hiks.. Jika kami keluar rumah langsung disambut jalan raya yang hidup dan ramai. Awalnya Ibu sering menyiram sendiri tanaman-tanaman yang di pot-pot tersebut. Tanaman-tanaman tersebut ditata didalam potnya masing-masing diatas bangku yang berundak tiga tingkat. Bahkan sampai tidak muat dan harus dihamparkan dilantai terutama bagi pot dan tanaman yang cukup besar dan berat. Alhamdulillah sejak ada tanaman-tanaman tersebut Bunda memiliki aktivitas yang positif dengan mengisi hari-harinya yang sering ditinggal kami semenjak saya kerja dan adik kuliah. Ini dijalankannya setiap pagi – sore. Mulai dari merawat, menyirami dan menyingkirkan sampah dari dalam potnya atau memetiki daunnya jika ada yang menguning.

Terlebih setelah saya cuti akhir Ramadhan dan Libur Idul Fitri waktu lebih banyak dirumah. Kadangkala Ibu walau hanya diminta membawa seember air dan gayung, tapi tugas ini saya selesaikan lebihkan. Filosofinya bahasa orang sono: willingness to do more. Dan Ibu menyaksikannya dibangku sambil memberikan aba-aba. Toh beliau pun juga senang menyaksikan tumbuh kembangnya tanaman-tanaman tersebut. Apalagi sejak selepas Hari Raya Idul Fitri 1429 ini Ibu harus terbaring lemah di kamar karena mual dan diare. Alhamdulillah masa kritis dan mengkhawatirkan itu telah usai atas kehendakNya melalui tangan-tangan yang InsyaAllah dicintai Allah SWT. Begitulah nikmatnya hidup berjamaah ini ketika musibah atau ujian mampir, ada saja yang berbuat kebajikan untuk kami. Terimakasih ya Allah.

Kini, pagi sebelum berangkat saya sempatkan untuk menyiram tanaman-tanaman tersebut. Begitu pula jika tidak ada hal yang mendesak atau penting, setiap sore pun saya usahakan untuk pulang tidak terlalu lama agar sebelum maghrib sudah sampai di rumah. Menimba langsung air dari bak dan menyiramkannya ke tanaman Bunda. Nikmatnya membiarkannya menikmati hidup sesuai dengan anugerah yang Allah Ta’ala tentukan.

[mfirmanshah]

Iklan

2 thoughts on “Tugas itu begitu ringan dan menyenangkan

  1. abang, sekalian tuw tanaman yang dirumah…pasti mom seneng banget…

  2. lah anaknya kemana ? mosok mom nya mulu.
    tapi dirumah, sekarang dah ada yg nyiramin, hujan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s