Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

dari Negeri Belanda cuman Rp 3.000

2 Komentar

Sabtu, 11 Oktober 2008 saat tidur siang saya dikejutkan dengan munculnya bapak pos indonesia didepan rumah. Nyaris sudah berapa tahun Mr Postman sudah tidak singgah di rumah kami. Saya pikir mungkin Pak Pos sudah lupa dengan alamat rumah kami atau jangan-jangan beliau nyasar tidak menemui rumah kami. Jika diingat dari pengalaman doeloe, pak pos sering hadir dirumah kami mengantarkan surat-surat silaturahmi kami dengan keluarga di negeri seberang sana. Selalu dibuat penasaran kira-kira dari siapa kali ini kami dapat surat. Dan bagi pak pos pun sumringah menyampaikan amanah ke pelanggannya.

Namun semenjak kehadiran alat komunikasi seperti ponsel telah sedikit banyak menggusur peran tersebut. Walau sudah berlangsung hampir dua dasawarsa peran komunikasi dunia via online atau telpon, namun tradisi tulis-menulis tetap lebih diminati mulai email, chatting atau sms. Bahkan dua tahun ini bertambah ramai dengan menjamurnya situs jejaring sosial dan blog. Jika diingat, semua kenangan surat-menyurat sangat berkesan bagi kita yang sempat menikmatinya, terutama bagi generasi orangtua-orangtua kita. Alhamdulillah saya sempat mengalaminya dan kenangan tersebut masih tersimpan sampai sekarang. Beruntunglah kami rasanya dibanding generasi sekarang.

Nah, kembali lagi ke cerita pak pos yang saya sendiri belum sempat tahu namanya ini. Yang membuat saya salut, pak pos tersebut sangat hati-hati memberikan barang ke pihak yang tepat. Sambil menunjukkan nama yang tercantum di label amplop tersebut. Yang membuat bingung pak pos karena disitu tercantum nama RISKA disamping nama dan alamat saya.

Lalu dia bertanya “siapa RISKA itu ?”
Saya jelaskanlah secara singkat.

“Emang dari mana Pak ?”
“Tau nih, dari luar…” sambil membolak-balik kemasan yang masih juga ditahannya. Padahal tangan saya sudah siap menyambut.

“…?? ”
Dalam keadaan setengah sadar ditengah tidur siang, saya pun makin bingung.

“Saya dapat kiriman dari mana ? dari luar pula.” begitu pikir saya. Sudah tidak ingat.

Setelah cukup lama, akhirnya beliau yakin. Dokumen tersebut akhirnya berpindahtangan sambil membubuhkan paraf dan uang Rp 3.000 (Tiga Ribu Rupiah) sebagai bea yang harus saya keluarkan. Masya Allah !! jauh sekali dan tidak sebanding dengan nilai barang tersebut yang tiba dari jauh sana. Sebuah CD Installer Ubuntu 8.4. langsung dari Negeri Belanda via TNT Post.

==================================
MediaMotion c/o
Ubuntu – Kubuntu – Edubuntu
Postbus 3174
4800DD Breda
The Netherlands
==================================

Membaca tulisan diatas wajah saya langsung memancarkan aura berseri-seri. Dan teringat bahwa sebelum Libur ‘Idul Fitri saya pernah memesan via Shipit Ubuntu setelah beberapa kali tidak berhasil. Plus Stiker Ubuntu yang sudah lama saya idam-idamkan. Minta kemana-mana dah pada kehabisan.

Akhirnya saya ketagihan jadinya,  kemarin saya ke Shipit lagi berhubung telah membuka layanan pre-order CD Installer Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex yang segera dirilis.

Masih pre-order, karena si Ibex belum lahir ! 🙂

Terimakasih Ubuntu. Terimakasih Canonical. Terimakasih Pak Pos Indonesia. Terimakasih TNT Post.
Hidup Linux. Hidup Ubuntu.

Iklan

2 thoughts on “dari Negeri Belanda cuman Rp 3.000

  1. gimana cara pesannya…???

    balas ke email saya ya,,,

  2. seperti petunjuk saya diatas, kamu bisa request via http://shipit.ubuntu.com/
    tentunya kamu harus login terlebih dahulu, ke :
    https://login.launchpad.net/+openid
    setelah punya account, silahkan request ke ubuntunya.
    Mudah bukan ?
    thX

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s