Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Benefit sebagai seorang Da’i

Tinggalkan komentar

hassan-al-bana1Ukuran keberhasilan adalah berpindahnya seseorang dari perilaku keburukan ke perilaku kebaikan melalui tadzkiyatun nafs.

Berikut ini benefit sebagai seorang dai diantaranya :
1.Sebaik-baik Ummat
QS. Ali Imran 3 : 110

“Kamu Ummat Islam adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Diantara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”

QS. 33 : 23 – 24
“Diantara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan diantara mereka ada yang gugur, dan diantara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)”

“Agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima taubat mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

2.Saksi atas seluruh Ummat Manusia

QS. Al Baqarah 2 : 143
“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) “Ummat Pertengahan” afar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas

3.Orang yang beruntung Dunia Akhirat

QS. 3 : 104

“Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Menurut Sayyid Hassan Al Bana Dai itu ibarat memikul bumi dipundaknya.

4.Ucapan para Dai adalah sebaikbaik ucapan manusia.

QS. 4 : 33
“Dan untuk masing-masing (laki-laki dan perempuan). Kami telah menetapkan para ahli waris atas apa yang ditinggalkan oleh kedua orangtuanya dan karib kerabatnya. Dan orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berikanlah kepada mereka bagiannya. Sungguh, Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.”

5.Taatnya seorang Dai itu menempati urutan III (ketiga) setelah taatnya kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya

QS. 4 : 59

“Wahai orang-orang yang beriman ! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad) dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan)  diantara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalilah kepada Allah (Al Quran) and Rasul (SunnahNya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

Silahkan Review ke diri kita masing-masing.

Selamat datang di Gerbang Dakwah, Kawan. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s