Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

dagelan pepesan rombeng para caleg

Tinggalkan komentar

monyetsebagai anak yang tinggal dan hilir mudik di jakarta dan sekitarnya harus bertambah ruwet dan jengkel. Bagaimana tidak ?! Sudah simpang siurnya lalu lintas, pengendara motor yang banyak ugal-ugal-an, mobil pribadi yang belok kagak kasih lampu signal (baca : sen), debu berduet dengan asap polusi yang menyesakkan paru-paru, sampai angkutan umum yang berhenti di-sembarang tempat dan mendadak pula sampai reklame yang berantakkan tanpa mengindahkan estetika tata letak. Mungkin saja pengelola kota ini sudah kehilangan rasa seninya. Saya yakin itu.

Eh, ditambah lagi dengan disepanjang jalan kota ini, baru aja melongok keluar pintu istanaku, yang didapati adalah spanduk dan poster-poster yang menjemukan. Kata-kata yang dihumbar dengan hambar dan basi belaka. Didampingi gambar yang tersenyum sendiri. Entah kepada siapa. Semuanya terbentang berantakan dan tak beraturan menambah kotor kota Jakarta yang sudah sesak ini.

Iklan parpol maupun caleg yang tak berkonsep dan tak memberi kesan sedikitpun bercampur baur dengan media iklan mulai dari media cetak luar ruang sampai di sudut-sudut televisi. Bahkan yang saat berkendara pun pandangan mata jadi rusak gara-gara banyaknya penjaja visi misi murahan tersebut merambahi kaca-kaca belakang angkot. Entah dari mana suplai dana untuk itu. Dari semua media iklan caleg tersebut, iklan di kaca belakang angkot-lah yang paling saya gedeg. Apalagi para penumpang didalamnya, harus banyak istighfar deh.

Belum selesai kerumitan dibenak ini, eh mereka yang tidak jelas asal muasalnya makin menggila memamerkan dirinya. Tak sedikit dari mereka sudah memasuki usia pensiun. Menjajakan Visi Misi murahan dan tak tentu arah. Bahkan di sulawesi kebanyakan dari mereka itu berstatus pengangguran dan PNS. Mereka pikir menjadi anggota parlemen bisa mengubah nasib mereka. Maka otomatis bertambah pundi-pundi harta dan naik pula harkat maupun status sosial mereka di masyarakat. Proses instan ala IDOL-IDOL di televisi membuat mereka kesurupan yang tak terobati.

Saya jadi dapat ide : RUQYAH Massal buat para caleg-caleg.

Sebenarnya apa sih yang mereka bawa ? Apa yang mereka tawarkan ?
Malah menambah saya tidak mengerti dan rasa sebel makin tercekak ditenggorokkan.

bener apa kata kera diatas : “boro-boro mo pada milih lw, gw aja ogah !”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s