Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Manajemen PT JIEP yang Sungguh Mengecewakan

5 Komentar

jiepSebagai pengguna jasa transportasi yang beraktivitas di Jl Rawagelam I Kawasan Industri Pulogadung (JIEP) sejak 4 (empat) tahun lalu merasakan begitu tidak adanya kemajuan yang berarti atas pelayanan yang diberikan kepada konsumen pengguna jasa oleh pengelola kawasan industri pulogadung dalam hal ini PT JIEP.

Masih ingat dibulan February tahun lalu banjir melanda kawasan industri pulogadung namun tanpa ada arahan atau petunjuk sedikitpun yang berarti bagi kami pekerja-pekerja yang beraktivitas di kawasan industri pulogadung ini. Saat musim hujan atau banjir yang belum susut tersebut tidak terlihat petugas yang berjaga-jaga atau membantu mengarahkan dipersimpangan atau beberapa titik rawan bagi pengendara motor. Padahal kondisi saat itu mati lampu dan gelap mencekam.

Jika Anda baru memasuki kawasan JIEP dari pintu Tugas akan mendapati permukaan jalan yang buruk rupa dan disambut lubang-lubang yang memang sengaja dibiarkan begitu saja setiap tahun dan tidak ada tanda-tanda untuk memberikan sedikit pelayanan kepada konsumennya dengan memperbaiki seluruh jalan di Kawasan ini. Begitu sebaliknya jika Anda menuju keluar dari kawasan JIEP ini melewati gerbang Tugas akan menemukan 2 (dua) lubang berbahaya ditengah jalan yang menikung tersebut. Tidak sedikit para pengendara mobil dan motor yang terperosok dan berakibat dengan rusaknya kendaraannya atau minimal mempercepat kerusakan komponennya. Hal ini saya alami sendiri.

Terlebih sejak memasuki musim hujan ini. Anda akan sulit menemukan permukaan jalan yang terawat dan nyaman dilalui. Lain halnya dengan aspal yang digunakan didepan kantor PT JIEP yang mungkin berbeda dengan yang digunakan dijalan lainnya di Kawasan Industri Pulogadung ini. Hal ini bisa dilihat begitu halus dan agak tertatanya tanaman dan trotoar didepan kantor ini. Namun sayang tidak sampai 500 meter sebelum kantor PT JIEP, banyak lubang dan jebakkan yang membahayakan para pengendara motor yang menganga begitu saja siap menerkam yang melintas.

Belum lagi lampu penerang jalan yang redup dan tiada artinya.

***

Lalu jika saya ditanya sense of responsibility atau customer satisfaction manajemen JIEP jadi bingung juga menjawabnya karena entahlah bagaimana mereka menuju kantornya, mungkin saja para manajemen PT JIEP menggunakan jasa helikopter menuju kantornya.

Inilah cermin sebuah Manajemen JIEP yang Sungguh Mengecewakan.

Iklan

5 thoughts on “Manajemen PT JIEP yang Sungguh Mengecewakan

  1. Pertama-tama kami mengucapkan banya terima kasih atas kepedulian Pak Firmanshah terhadap Kawasan industri Pulogadung (KIP).
    PT JIEP selaku manajemen pengelola KIP tidak pernah berhenti melayani para investor dan tenantnya dengan senantiasa memberikan pelayanan yang dibutuhkan.
    Sarana / Prasarana merupakan salah satu bentuk layan yang kami berikan kepada investor dan tenant. Seperti jalan dan saluran air yang kondisinya saat ini memang sedang dalam keadaan yang kurang baik.
    Bisa saya informasikan kepada Bapak, untuk lokasi jalan gerbang Tugas yang bapak ungkapkan terdapat dua buah lubang besar, telah kami lakukan penutupan sementara. Mengapa sementara, karena sebagai manajemen KIP kami sudah merencanakan untuk melakukan perbaikan jalan yang bersifat permanen. Namun karena kondisi cuaca yang hingga saat ini masih memasuki musim hujan rencana tersebut belum bsia terlaksana. Disamping untuk melakukan perbaikan permanan memerlukan dana yang tidak sedikit.
    Dana untuk melakukan perbaikan saran / prasarana sesuai dengan Estate Manajemen KIP ditanggung bersama JIEP dan investor KIP kedalam bentuk Maintenance Fee (MF) yang dibayarkan investor tiap tahunnya. Sayangnya, MF yang didapt tidak sesuai dengan tingkat kebutuhan untuk perbaikan KIP. Dimana setiap tahunnya hanya tercapai sekitar 30% dari total biaya perbaikan KIP. Sisa 70% akhirnya menjadi tanggungan PT JIEP selaku Manajemen KIP.
    Apabila antara JIEP dan investor terjalin kerjasama yang baik, kami yakin kondisi yang dilaporkan oleh Bapak Firmanshah tidak akan terjadi saat ini.
    Perlu kami informasikan bahwa MF adalah kewajiban bagi setipa investor pembelian Tanah Kapling yang harus dibayar setiap satu tahun sekali berdasarkan luas kapling masing-masing.
    Mengenai kondisi banjir di KIP, PT JIEP selaku manajemen KIP telah melakukan langkah-langkah penanggulangan diantaranya membuat sodetan inlet – outlet di bawah jalan Jl. Pulokambing, mengeruk saluran Kali Petukangan sepanjang SUTET KIP dan melakukan perbaikan saluran dilokasi rawan banjir. Sehingga kita amati dibandingkan kondisi banjir tahun 2008, tergenangnya air di KIP saat ini bisa kita lihat dalam waktu singkat surut kembali. Salah satu faktor utamanya adalah tambahan debit air yang masuk ke KIP yang dialihkan oleh DPU ke KIP sejak mulainya proyek Banjir Kanal Timur berjalan.
    Mengenai kondisi lampu penerangn KIP yang kurang baik, perlu kami sampaikan bahwa lampu penerangan masih dibawah pengelolaan Dinas Penerangan Jalan Umum (PJU) DKI Jakarta. Kami sudah berulang kali meminta agar dilakukan perbaikan terhadap lampu penerangan jalan tersebut. Namun hingga kini belum ada jawaban dari dinas terkait.
    Kami akui bahwa selalu Manajemen KIP kami harus mengutamakan customer satisfaction investor dan tenant PT JIEP. Untuk itulah kami ungkapkan sekali lagi, kami selalu berusaha memberikan yang terbaik agar para investor dan tenant KIP puas dan terus berusaha di KIP, sebagai wujud sense of responsiblity kami.

  2. terimakasih atas respon Anda,
    walau hal ini sudah pas 2 (dua) bulan dari posting saya diatas.
    disamping atas nama apa Anda di PT JIEP.

    saya dan banyak pengendara motor / mobil lainnya tinggal memastikan saja sampai kapan PT JIEP merealisasikan perbaikan jalan dan lampu penerang jalan serta irigasinya apakah seminggu, sebulan atau setahun lagi.

    Terutama dijalan Rawagelam I yang sangat membahayakan pengendara. Terimakasih atas tanggungjawab PT JIEP atas kenyamanan pengendara.

  3. Mungkinkah peyebab banjir di kawasan yang di kelola PT JIEP adalah melimpahnya air dari Situ/Danau-danau kecil didalam Area PT Jiep yang hampir punah akibat pembangunan Gudang/Pabrik..? ditambah lagi kemungkinan pembangunan Pabrik tsb tidak berkordinasi dengan Instansi Kota Adm Jakarta Timur, sehingga masukan dari Sudin Tata Air, Tata Kota, P2BTtg IMB dll tidak ada.. dan Akibatnya Pengusaha dan Masyarakatlah yang merasakan banjirnya… atau mungkin sengaja di buat banjir jika ada hujan untuk mengalirkan/menghanyutkan Limbah limbah berbahaya (B3) yang dihasilkan oleh beberapa Pabrik di kawasan itu karena selain tidak memiliki ijin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan mengurangi ongkos Oprasional pembuangan limbah? Apakah Masyarakat dapat melihat sistim Pengelolahan limbah dari Pabrik pabrik yang menghasilkan Limbah berbahaya..?

  4. Apa khabar Dir. SARPRAS yang baru..? Bagaimana Soal Pembebasan Tanah untuk Pembangunan DDT yang sudah di terima dari PIMPRO oleh Dir. SARPRAS yang lama, kasihan masyarakat terkatung-katung nasibnya dan Pembangunan DDT terhambat..

  5. Ping-balik: Jalan Rawagelam Satu « Laskar Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s