Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Islamic Book Fair 2009, Ban Gembos dan Semrawut I

Tinggalkan komentar

bookfairAhad (080309) siang saya menuju RISKA setelah janjian dengan bang Harri. Setelah mati gaya satu jam lebih di sekret RISKA, akhirnya saya dan bang Harri jadi juga berangkat menuju lokasi. Ngga’ ketinggalan pula bang Eko yang selalu ga mau jauh-jauh dari kami berdua.

Awalnya saya usulkan untuk menggunakan bus umum saja ke bang Harri. Ya, dengan pertimbangan rumitnya area parkir dan sudah bukan rahasia begitu banyaknya jebakan yang membuat gembos roda motor / mobil menuju lokasi. Namun bang Harri menawarkan untuk naik motornya saja terlebih motornya menggunakan ban tubles, jadi tidak perlu kuatir. Tawaran yang tak perlu ditolak.

Berhubung hari terakhir sesuai info yang tercantum disini, kami bertiga memasuki istora melalui pintu TVRI / taman ria senayan. Baru saja saya terima karcis masuk dipos dengan membayar seribu rupiah, sekali tarik gas, motor langsung oleng. Benar-benar kekhawatiran itu menjadi kenyataan. Harri coba bantu carikan tambal ban terdekat. Ternyata ada penambal ban sekitar 30 meter setelah pintu masuk Istora gerbang TVRI tsb. Kami akhirnya menemui seorang penambal ban yang “dingin” dan tak sedikit pun menunjukkan sikap ramah. Selesai menjalankan tugasnya, Rp 9000 berpindahtangan.

Adzan ‘ashar menyambut kedatangan kami, tanpa berpikir panjang segera kami bergabung dengan antrian panjang pengunjung yang sedang mengambil wudhu dibawah tangga yang hanya tersedia sebuah kran yang sebatang kara. Hampir setengah jam mengantri untuk sekedar berwudhu. Ironis.

Setelah puas mendapat buku yang masuk daftar –walau beberapa buku sudah kehabisan– saya dan Eko menuju lokasi parkir dan betapa terkejutnya mendapati motor bukan diposisi semula dan..

Pak, bannya kempes…” diberitahu oleh salah seorang petugas parkir

Sejak kapan ini Mas?”

Dari tadi waktu masih disini, sebelum dipindah Pak”

Ini baru saja saya tambal digerbang sebelum masuk” saya tegaskan.

dimana tambal ban yang terdekat dari sini, Mas ?”

sambil saling berpikir diantara mereka, menyeletuklah salah seorang diantara “relawan” parkir tsb.

gw ada tuh, kompa…”

setelah dibantu mengompa oleh mereka, alhamdulillah saya dan bang Eko segera kembali ke RISKA dengan kekhawatiran yang tinggi. Dan penuh hati-hati.

eh baru saja memasuki Jl Cimahi –sekitar 500 m jelang Masjid Agung Sunda Kelapa– motor kembali oleng. Sekali lagi Alhamdulillah kami tidak terlalu jauh menuntun motor tsb.

Sudah kena hujan di Istora, gerimis pas pulang, ditambah 3 X gembos ban dalam kondisi sudah laper akhirnya kami tiba disekret RISKA.

***

Musibah ini mengingatkan saya saat IBF tahun lalu atas kejadian robeknya salahsatu ban mobil sahabat saya akibat trotoar yang tajam atau memang “ditajamkan”(?). Belum lagi tawaran jasa dari beberapa orang yang beretnis Indonesia Timur dengan sedikit tidak sopan dan agak memaksa. Saya yang sudah di RISKA dan Fernando yang baru saja pulang dari RISKA kembali meluncur ke Istora untuk menyelesaikan insiden ini.

Istora Senayan, salahsatu kawasan elite di Jakarta yang dikuasai oleh tangan-tangan berbau kriminal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s