Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Leadership Forum “Leadership in the Knowledge Era”

Tinggalkan komentar

dunamis1

Jumat (130309) sebelum pulang kantor saya sudah setting waktu sebaik mungkin untuk memastikan bisa memenuhi agenda yang telah terjadual: Leadership Forum “Leadership in the Knowledge Era” di Klub Kelapagading yang di selenggarakan oleh Dunamis. Sebuah firma jasa profesional di Indonesia yang berdiri sejak 1991.

Selasa (110309) sebuah undangan masuk ke inbox saya dari Dunamis. Saya sendiri belum tahu apakah Leadership Forum ini sudah pernah diselenggarakan sebelumnya atau belum oleh Dunamis. Namun, bagaimanapun saya sangat senang menjadi salahsatu pribadi yang diundang hadir diacara ini. Alhamdulillah sebagai bayaran atas aktivitas yang dijalani belakangan ini.

Leadership Forum ini diawali dengan pembukaan oleh MC Bp Tommy Sudjarwadi, Board of Partner Dunamis dan dibawakan oleh host-nya Bp Priyanto Sutopo, Fasilitator Dunamis. Sedangkan narasumber dari Ibu Noni, Direktur Blue Bird Group dan Bp Wakky Antonio, Vice President Bank UOB Buana.

Awalnya sebelum hari-H yang dibenak itu selintas adalah “emang siapa mereka?”, “koq bisa-bisanya diundang sebagai pembicara” atau “seperti apa sich Leadership Forum ini?” dan berbagai pertanyaan yang melintas dipikiran ini.

Saya berangkat ke lokasi dengan mengundang lagi rekan kantor Roni Ramdhani, Plant People Development PAMA dan Rossi Rummenige, System Development Human Capital Service PAMA walau sayang bentrok dengan agenda kuliahnya. Uniknya, Roni pun mengundang Ibrahim dan Yongki untuk turut serta. Kami pun daftarkan via email ke Dunamis, karena penyelengara memastikan peserta tercantum di buku tamu. Yah, sebagai tanda keabsahan.

Setelah registrasi kami berempat diantarkan oleh salahsatu panitia ke Pandan Kafe untuk makan malam (dinner) sambil menunggu acara dimulai. Selepas shalat maghrib kami memasuki ruang acara yang akan dimulai pukul 1900.

Acara diawali dengan sebuah film dari Stephen R. Covey.

Ibu Noni menjadi penarasumber pertama dengan pokok bahasan “Satukan Visi Hadapi Resesi” dengan berbagi pengalaman dan kebijakan manajemen yang salahsatunya adalah core value yang dianut di Blue Bird adalah “Jujur, Kerjakeras dan Peduli” sampai bagaimana Turn Over yang cukup tinggi dan itu dinilai wajar pada 3 – 6 bulan pertama atau kebijakan training yang mulanya ½ hari menjadi 3 hari, 2 malam untuk “Membirukan Driver” –dalam kamus Blue Bird– bagi pengemudi yang baru bergabung.

Insight lainnya yang diceritakan adalah pemberian beasiswa bagi putra-putri pengemudi dengan sekitar 600-700 siswa per-semester. Dan bagi siswa yang berprestasi senantiasa ditampilkan profilnya dimajalah Blue Bird . Bahkan ketika pemberian beasiswa tersebut, Ibu-Bapaknya diundang saat penyerahan beasiswanya. Ini merupakan salahsatu bentuk apresiasi yang simpel dan membanggakan dari Manajemen.

Disesi berikutnya, pembahasan mengenai Sertifikasi Manajemen Resiko di Bank UOB Buana dijalankan. Bagaimana mengubah pola dan paradigma training dan development dijalankan dari tingkat kelulusan yang hanya 55 % menjadi sekitar 92 %.

Alhamdulillah, dari acara ini bertambahlah kosakata atau wawasan baru dalam dunia perbankan Indonesia yang penuh resiko dan prinsip kehati-hatian dalam mengelolanya dan begitu perlunya sebuah Sertifikasi Manajemen Resiko.

Acara pun ditutup oleh sebuah film “Light the Fire” dari Stephen R. Covey dan coffee break pada pukul 2100.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s