Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Caleg : Mohon Doa Restu

Tinggalkan komentar

Ini lanjutan tulisan dari Partai Cuci Mulut vs Partai Cuci Tangan.

Pertanyaan berikutnya yang ada dikepala ini adalah, kenapa mereka ada didafar caleg partai cuci mulut, ada yang di partai cuci tangan atau ada di partai mohon doa restu de el el.

Hanya dengan segepok uang, selicin belut, bersilat lidah, berparade janji, mengumbar senyum yang penuh terpaksa. Tak terlintas sedikit pun berkesan wajah kalian, apalagi rencana dan target-target esok jika di dewan.

Sekarang kalo lw gw tanya mana ada yang tahu bagaimana sistem perekrutan di partai berlangsung. Bagaimana sistem pengkaderan dipartai berjalan. Apa program mereka selama setahun berjalan selama ini. Bagaimana kontrol terhadap tindak tanduk mereka. Belum lagi sumber pendanaan mereka dari mana asalnya. Siapa yang mengontrol semuanya ini ? Ada yang tahu ?

Gimana mereka mau transparan dalam menjalankan pemerintahan atau diamanahi sebagai pemimpin kelak. Untuk ditataran partai saja mereka tidak mau jujur dan sedikirpun tanpa itikad baik untuk taat dengan aturan dan kesepakatan yang dibuat mereka sendiri.

Lalu apa lagi yang bisa diharapkan ?

Coba simak. Bagaimana caranya jika anda ingin mengisi posisi yang lowong disuatu perusahaan ? Apakah dengan sekonyong-konyong, anda bisa menjadi karyawan suatu perusahaan tsb ? Tentu anda perlu membuat lalu mengirimkan aplikasi. Ada proses seleksi administrasi. Anda yang diundang tes pun harus memenuhi prasyarat dasar yang telah ditentukan sebuah sistem rekruitmen disuatu perusahaan tersebut donk ? Walau anda memenuhi kualifikasi pun belum tentu anda dipanggil untuk mengikuti seleksi. Kembali lagi apa perusahaan tersebut membutuhkan anda dan ada kebutuhan sesuai latarbelakang pendidikan dan pengalaman anda.

Tapi dipartai politik tsb, koq bisa-bisanya mereka mengklaim sebagai caleg dan dengan sumpah dan janji-janji perubahan bertebaran tak beraturan.

CALEG. Inilah lowongan saat ini yang paling laris tanpa harus repot-repot mengikuti seleksi psikotest dan interview. Dengan cap-cip-cup, seenaknya mereka melenggang ke ruang dewan. Ironis. Apa mau anda mempertahuhkan nasib anda dan keluarga dengan berjudi kepada segelintir orang dengan latar yang suram dalam lima tahun kedepan. Bahkan 20 sampai 30 tahun kedepan jika mereka membuat keputusan fatal yang berdampak jauh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s