Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Kebahagiaan di Lingkungan Kerja

1 Komentar

bahagiaAda satu inti sari yang menarik yang disampaikan Sang Khatib dalam khutbah jumat siang ini di Masjid Assakinah PAMA. Beliau menyampaikan secara general yang intinya berbeda antara kebahagiaan jika dilihat dari kacamata keimanan dengan duniawiah. Memiliki tidak sama dengan bisa menikmati. Menikmati tidaklah harus memiliki. Namun saya tidak akan membahasnya disini.

Namun ada hal lain yang menarik dalam materi yang disampaikan tersebut yakni dalam Islam sangat diperhatikan dalam hal mencari nafkah. Aspek tersebut hendaknya menjadi perhatian dalam bekerja yang mengandung 3 (tiga) unsur diantaranya :

  • Menafkahi Keluarga (Maisyah)

Menafkahi keluarga merupakan salahsatu unsur yang penting dalam memperhatikan layak tidaknya suatu pekerjaan atau profesi yang dijalani. Jika saja profesi tersebut lebih banyak memberi mudharat atau ketidakmaslahatan baginya dan keluarga sudah seharusnya untuk segera dicari gantinya. Profesi tersebut cukup menafkahi keluarga dalam artian normatif.

  • Meningkatkan Skill dan Kompetensi

Selama kita berkarya dan berdharma dalam suatu organisasi maupun bidang pekerjaan tersebut hendaklah yang dapat mendorong kita untuk terus meningkatkan kompetensi dan skill yang dimiliki. Akan sia-sia saja selama kita beraktivitas tidak ada ilmu atau pengalaman yang baru yang bermanfaat bagi pribadi maupun organisasi.

  • Dakwah dan Ibadah

Terakhir, apakah ditempat kita sekarang memiliki keleluasaan atau kebebasan untuk menjalankan Ibadah ? Bagaimana akan tenang menjalankan aktivitas dan berprestasi jika untuk shalat jumat berjamaah atau shalat fardhu sulit dan terbatas. Jika hal ini yang dialami sudah tidak sepatutnya lingkungan kerja atau organisasi tempat bernaung untuk berlama-lama dihuni.

Lalu diperhatikan pula bagaimana kita bisa berdakwah terhadap diri kita sendiri atau sebaliknya lingkungan tersebut yang dapat menjaga nilai-nilai dakwah didalam diri para anggotanya jika unsur ini tidak mendukung. Kehidupan dakwah antar anggotanya saling menunjang dan kondusif. Bagaimana pun Dakwah dan Ibadah tidak akan menghalangi untuk kita tetap berkompetisi dalam berprestasi dan berkompetensi.

Jika salahsatu unsur diatas bisa terpenuhi ditempat kita beraktivitas InsyaAllah menjadi berkah dan diridhoi-Nya. Demikian, secara singkat sharing ini dalam keterbatasan saya.

Iklan

One thought on “Kebahagiaan di Lingkungan Kerja

  1. Senang rasanya membaca beberapa artikel bapak. Khusus nya yang membahas masalah pama. Sya mantan karyawan pama. Tidak lama, hanya 2 tahun saya mengabdikan diri utk pama. Dengan penempatan site samarinda kaltim, akhirnya saya memutuskan resign karena pertimbangan msalah keluarga. Berat rasanya saya meninggalkan keluarga.
    Dan dari artikel2 bapak, rasanya saya seperti flashback pada masa2 dulu. Cukup berkesan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s