Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Pengembangan Sistem Informasi

Tinggalkan komentar

information system developmentPada tahap analisis sistem, analis mempunyai tugas mendefinisikan masalah sistem, melakukan studi kelayakan dan menganalisa kebutuhan aplikasi. Terdapat tiga pernyaan kunci yang harus dijawab untuk mendefinisikan masalah, yaitu :

  • Apakah masalah harus diselesaikan ?

  • Apa penyebabnya ?

  • Siapa pemakai akhir yang terlibat ?

Studi Kelayakan

adalah studi yang digunakan untuk menentukan kemungkinan apakah pengembangan proyek sistem layak diteruskan atau dihentikan. Studi ini merupakan kepadatan, versi ringkasan dari keseluruhan analis sistem dan proses perancangan sistem. Untuk masing-masing penjelasan, analis menyiapkan jadual penerapan secara kasar.

Analisis Kebutuhan Sistem Informasi

Bagi Analis, mengidentifikasi dan menganalisa maksud, tujuan, sasaran dan kebijakan-kebijakan sitem bisnis merupakan hal penting. Perlu diingat kembali bahwa elemen-elemen ini membentuk dimensi bisni model piramida. Bahkan yang lebih penting lagi, analis harus menentukan seberapa baik sistem informasi yang sekarang mendukung bisnis tersebut.

Perancangan Konsep, Isi, Naskah, Grafik Sistem Informasi

Analis sistem bekerjasama dengan pemakai terlibat dalam merancang konsep yang menentukan keseluruhan pesan dan membuat aliran (urutan) pada aplikasi yang akan dibuat. Untuk dapat merancang konsep dalam membuat aplikasi dibutuhkan kreatifitas.

Dalam merancang isi analis menyiapkan aplikasi spesifikasi yang rinci. Merancang isi merupakan implementasi dari strategi kreatif. Merancang isi meliputi mengevaluasi dan memilih daya tarik pesan, gaya dalam mengeksekusi pesan, nada dalam mengeksekusi pesan dan kata (tema) dalam mengeksekusi pesan.

Dalam merancang naskah, Analis menerapkan dialog dan urutan elemen-elemen secara rinci. Merancang naskah merupakan spesifikasi lengkap dari teks dan narasi dalam aplikasi.

Setelah naskah ditulis, selanjutnya Analis merancang grafik yang sesuai dengan dialog yang meliputi grafik dua dimensi, merancang video, merancang audio dan merancang animasi.

Testing dan Implementasi Sistem Informasi

Pengetesan merupakan langkah setelah aplikasi diproduksi. Fungsinya untuk memastikan bahwa hasil produksi sesuai dengan yang direncanakan. Pengetesan pada pengembangan sistem dapat dipecah dalam tiga akivitas yaitu unit, sistem dan penerimaan.

Implementasi sistem dipahami sebagai sebuah proses yang akan menentukan apakah sistem mampu beroperasi dengan baik serta mengetahui apakah para pemakai bisa mandiri dalam mengoperasikannya, baik dalam penggunaan maupun pemakaian.

Perawatan Sistem Informasi

Seteleh sistem digunakan, maka sistem akan dievaluasi oleh pemakai dan spesialis multimedia untuk menentukan apakah sistem yang baru tersebut sesuai dengan tujuan semula dan diputuskan apakah ada revisi atau modifikasi. Setelah terjadinya perubahan dalam perangkat keras, perangkat lunak, dokumentasi atau prosedur untuk mengoreksi kesalahan bertemu dengan kebutuhan baru atau perbaikan pada efisiensi proses, maka pengembangan sistem akan masuk pada tahap pemeliharaan sistem.

Ref :

  • Jogiyanto, HM. Prof. Dr. MBA, Akt. Analisis dan Desain, Andi Offset

  • M. Suyanto, Multimedia Alat untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing, Penerbit Andi

  • M. Suyanto, Alalisis dan Desain Aplikasi Multimedia untuk Pemasaran, Penerbit ANDI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s