Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

aku malu sebagai bangsa maling

3 Komentar

indonesiauniteSelepas Reog Ponorogo, Angklung, Lagu Sayange dan Batik yang dipatenkan oleh malaysia. Malaysia kembali menunjukkan jatidirinya sebagai bangsa plagiat tersohor didunia saat ini. Bahkan kini pun Bahasa Indonesia pun rencananya akan diakui sebagai bahasa melayu malaysia. Maklum saja, jika kita bercakap-cakap kita akan berpusing-pusing dibuatnya. Bahasanya “hancur abiz” kata anak muda sekarang. Jatidiri dan ciri khas dari pepatah yang menunjukkan “bahwa bahasa menunjukkan suatu bangsa” sudah tidak berlaku lagi. Ini bukti bahwa hampir musnahnya bahasa mereka sebagai dampak tak langsung atas keberhasilan kolonialisasi yang berkelanjutan dan terus diwariskan kepada bangsa yang sekedar dihadiahi kemerdekaan oleh sang penjajah.

Setidaknya mereka malu bahwa kemerdekaan yang mereka raih bukan atas dasar sebuah perjuangan yang panjang, kumandang takbir yang dilecutkan oleh ulama-ulama dari mimbar-mimbar surau, semangat para pemuda dengan aliran darah penuh gelora jihad serta keahlian strategi diplomasi dan gerilya anak-anak bangsa yang pantang menyerah dalam merebut dan memproklamirkan kemerdekaannya dalam mengusir para penjajah dari tanah air selayaknya Bangsa Indonesia hingga membuat lari mereka tunggang langgang pulang kembali ke ratunya dengan memalukan.

Bahkan kemarin saja rendang masakan dari kampuang halaman hampir saja diklamnya. Mentang-mentang banyak rumah makan padang bertebaran dinegerinya. Toh, di eropa dan amerika pun sudah banyak rumah makan padang, mereka tidak merasa itu milik budaya mereka. Kini setelah sekian waktu diam sejenak, malaysia kembali berulah. Tari Pendet dari Bali pun masuk kedalam media promosi pariwisata malaysia dengan jingle rasa sanyange. Sunggu memalukan.

Semoga, gesekan-gesekan yang ditunjukkan malaysia dengan sikap yang sangat tidak sopan tanpa mempertimbangkan tenggang rasa dari tetangganya ini. Nampaknya para pemimpin atau pemilik modal di malaysia hanya mengedepankan orientasi bisnis belaka. Adab-adab bertetangga sudah tidak diindahkan sesuai dengan ajaran Sang Nabi Muhammad SAW tercinta penuh tauladan. Lalu bagaimana rasa harga diri dan kehormatan sebagai suatu bangsa sejauhmana dipertahankan dan disikapi oleh para pemimpin negeri ini. Kita lihat saja perkembangannya.

***

Saya kuatir, suatu saat RISKA sebagai remaja islam yang punya gaya, pun diakui malaysia kelak. Semoga kekuatiran saya hanya berlebihan saja.

Iklan

3 thoughts on “aku malu sebagai bangsa maling

  1. ia………..aq kasihan sama malaysia….
    apa ga punya kebudayaan ya.,…. seenaknya nyontek kebudayaan qta…..
    orang2nya ga punya hati ……. hiks2x……
    moga2 ja sadar dan ga lagi2 nyontek qta…………..
    amin

  2. Semua itu hanyalah pertanda ketak ber”maruah”an mereka..Pantas dikasihani memang..Malaysia bangsa tak berbudaya..Tak ber adat lebih tepatnya.Tak punya satu halpun yg bisa diwariskan untuk anak cucu mereka..

  3. malaysia berusaha mengahncurkan ketenangan Indonesia dengan mengkirimkan Nurdin M Top. Sibuknya Indonesia mengurusi Nurdin membuat malaysia menjadi bebas menjarah budaya kita. “Ayo pemoeda-pemoeda Indonesia kita bangkitkan kembali semangat kemerdekaan, bila perlu perang dengan malaysia”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s