Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

sarapan di kantor

Tinggalkan komentar

SEMANGAT PAGI !!!

Sepatutnya kita yang bekerja di Head Office lebih bersyukur bila dibandingkan dengan rekan-rekan yang bertugas di Job Site. Bagaimana tidak, disaat rekan-rekan kita menjalankan rutinitas mulai harus bangun sebelum shubuh, lanjut MCK dan sarapan agar pukul 6 sudah berangkat dari Mess menuju lokasi kerja baik itu yang di area tambang maupun office dilapangan.  

Namun disatu sisi, cukup banyak diantara staf kantor yang bertugas di head office sudah sepakat dan ditentukan bersama bahwa jam kantor mulai dari pukul 0730 sd 1630 dengan sistem senin sd jumat. Tentu kita sebagai staf yang baik tentu sudah memperhitungkan waktu tempuh yang diperlukan dari jarak kediaman masing-masing yang berbeda-berbeda menuju kantor.  Apalagi tingkat kepadatan lalu lintas di Jabodetabek yang makin berat bahkan makin sulit diprediksi. Makin banyak waktu yang tersedia jelang jam masuk kantor tentu makin baik pula emosi tubuh secara psikologis. Makin baik dalam merencanakan men-set tujuan (goals) harian maupun mingguan hingga lebih jauh.

Saya melihatnya bukan lebih bersyukur dalam artian penghasilan bulanan atau tantangan yang dihadapi. Namun justru sebaliknya, kita yang di head office justru lebih besar tanggungjawabnya dalam meningkatkan melayani seluruh job site maupun user dan functional terkait.  Area tanggungjawabnya pun sangat luas dan tingkat komunikasi yang intens baik dengan rekan kerja maupun next customer kita. Tak jarang keluhan atau plesetan yang muncul melalui lisan rekan-rekan site bahwa masih kurangnya jiwa melayani.

Disinilah tantangan kita yang bekerja di head office untuk mematahkan pameo tersebut salahsatu dengan mengurangi membuang-buang waktu disaat jam kerja. Terlebih lagi selisih waktu di head office dan site sekitar 1 (satu) jam. Tentunya dapat menghambat kinerja secara keseluruhan. Salahsatu faktor yang perlu diperhatikan adalah penggunaan jam kerja untuk sarapan.

Seyogyanya kita semua sudah menyadari bahwa sarapan diawal sebelum beraktivitas sangat dianjurkan baik sejak kecil dikeluarga maupun sudah dikenalkan sejak usia sekolah. Namun bukan berarti sarapan dikantor –dengan memakan jam kerja yang ada– itu dilarang. Tapi bukan berarti, menggunakan jam kerja kantor dipagi hari untuk sarapan setiap hari tentu juga bukan sebuah kebiasaan yang bijak. Apalagi tingkat tuntutan pelayanan next customer kita baik yang di Site maupun di Head Office sendiri masih perlu ditingkatkan.

Silahkan dihitung sendiri, sudah datang telat, masih juga harus sarapan, sambil ngobrol pula, sekitar pukul 10 / 11 ada yang ke ruang rokok atau ke koperasi, selepas jam makan siang juga tidak lepas dengan telat hadir ke meja kerja, kecuali ada tugas keluar. Sore setelah shalat ashar, masih leha-leha sambil jajan di koperasi. Tak lama kembali ke ruangan, jam di dinding sudah menjunjukkan jam pulang. Lalu bagaimana tugas-tugas harian yang belum tuntas ? Lembur salahsatu pilihannya atau pulang tepat waktu.

Tentu kedua pilihannya berdampak jauh dan panjang baik dari segi waktu maupun nilai yang terbuang. Tidak hanya dari sisi budget dan cost dari sisi Manajemen. Jika Anda sudah berkeluarga tentu hubungan erat dengan anggota keluarga berpotensi berkurangnya nilai sebuah perhatian. Lalu, bagaimana dengan kehidupan sosial Anda ? Baik dengan teman-teman maupun lingkungan tinggal salahsatu faktor yang perlu juga diperhatikan.

SEMANGAT PAGI !!!

JIEP, 101109

nb: gambar diambil saat saya makan di katjapiring, bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s