Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Keteladanan adalah KUNCI sukses Kepemimpinan

Tinggalkan komentar

Materi dari Majelis RISKA Im in LOVE

14 Maret 2010 oleh Ust. Syakir Purnomo
–Teori Manajemen “The Right Man on The Right Place”

–“Apabila amanah diberikan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya” (Hadist)

MAKNA PEMIMPIN (secara bahasa)

  • Imam: Asal katanya ‘Amama’ karena ia:  Berada di depan (amam), mengasuh (ummah), menyempurnakan (atammah), menenangkan (yanamma). Berkata Imam Al-Jauhary : Imam adalah orang yang memberi petunjuk (yuqtada) (Lisanul Arab, Ibnu Manzhur, XII/22).
  • Amir: Yang memberi perintah (seperti dalam ayat : Amarna mutrafiha), juga sesuatu yang mengagumkan (seperti dalam ayat : laqad ji’ta syai’an imra) (Lisanul Arab, III/370).
  • Waliyy: Dekat, akrab (Jalasa mimma yali=duduk dengan orang didekatnya); tempat memberikan loyalitas (ALLAHumma man waliya min amri ummati) (Ash-Shihah fil Lughah, Al-Jauhary, I/22).
  • Qadah/qiyadah: Penggiring ternak, orang yang memberi petunjuk, pemandu atau penunjuk jalan (Al-Qamus Al-Fiqhi, I/388).
  • Naqib: Maknanya العريف  (yang lebih tahu/memahami) atas suatu kaum dan bahkan ia maknanya lebih tinggi dari itu [1] dikatakan dalam kalimat : ”  ” نَقَب فلان على بني فلان فهو ينقُبُ نَقْبً او نقابة; berkata yang lainnya bahwa maknanya adalah : “الأمين الضامن على القوم” (yang amat dipercaya dan penjamin suatu kaum) [2]; Berkata sebagian lagi bahwa maknanya ialah:  “الشاهد على قومه” (saksi atas kaumnya) berdasarkan hadits dari Qatadah [3];  berkata yang lainnya bahwa maknanya adalah كبير القوم ، القائم بأمورهم الذي ينقب عنها وعن مصالحهم فيها”  (tokoh & pemimpin kaum yang membela kepentingan anggotanya dan membuat kemaslahatan urusan mereka) [4] ; berkata sebagian : نقيب لانه يعلم دخيلة أمر القوم ” (disebut naqib karena ia mengetahui seluk-beluk urusan kaumnya)[5].

MAKNA PEMIMPIN (secara istilah)

KEPEMIMPINAN (Leadership)

  • Kepemimpinan merupakan seni  atau proses  mempengaruhi orang  lain, sehingga mereka bersedia  dengan kemampuan sendiri dan  secara antusias  bekerja utuk mencapai tujuan organisasi (Weirich & Koontz, 1993).
  • Kemampuan seseorang meng-KOMUNIKASI-kan dan mem-PENGARUH-kan ide-ide dan kehendaknya kepada orang lain sehingga terbentuknya sebuah ikatan  sekelompok orang   yang bersedia  bergerak   karena pengaruhnya.

PEMIMPIN yang SUKSES

  • PEMIMPIN yang SUKSES adalah pemimpin yang ide, pemikiran dan ajarannya  TETAP DIKERJAKAN  dan TETAP BERPENGARUH kepada  orang lain walaupun ia telah meninggal dunia.
  • Keberhasilan ini disebabkan karena  keshalehannya, kualitas pemikirannya, kuatnya pengaruh  pemikirannya dan adanya regenerasi.

Setiap kalian adalah PEMIMPIN dan setiap pemimpin akan diminta perTANGGUNGJAWABan tentang kepemimpinannya

Apakah ada perbedaannya?

  • Pejabat

(Kebanyakan) Menggunakan dan menghabiskan sumber daya

  • Manajer

Mengelola dan meningkatkan nilai serta memberi makna pada sumber daya.

  • Pemimpin

Mengelola, meningkatkan nilai, memberi makna, menjaga, mempertahankan, meng-explore dan me-regenerasi sumber daya.

Ada 7 golongan yang akan  mendapatkan pertolongan dari Allah disaat tidak ada pertolongan kecuali dari Allah yakni  (salah satunya) : Pemimpin yang ADIL

Kepemimpinan

  • TAKLIF (Beban) bukan TAKRIM (Pemuliaan)
  • PEMIMPIN adalah PELAYAN bagi kaumnya ( Sayyidul qoum khodimuhum)

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya” .

KETELADANAN dalam MELAYANI dengan HATI

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya” .

Namun, setiap pagi Muhammad saw mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun ia menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu.

Sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah lelaki yang ia maki-maki, ia hina, ia fitnah setiap hari. Dan Muhammad saw melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Muhammad saw, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari sahabat terdekat Muhammad saw yakni Abubakar r.a. berkunjung ke rumah anaknya, Aisyah r.a. yang tidak lain merupakan isteri Muhammad saw dan beliau bertanya kepada anaknya itu,

“Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”.

Aisyah r.a. menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja”.

“Apakah Itu?”, tanya Abubakar r.a.

“Setiap pagi Rasulullah saw selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana”, kata Aisyah r.a.

Keesokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu.

Abubakar r.a. mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis  marah sambil menghardik, “Siapakah kamu?”

Abubakar  r.a. menjawab, “Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).“
“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku” , bantah si pengemis buta itu.

“Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku”,  pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah saw”.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar r.a., dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. “
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar r.a. saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

SYARAT Pemimpin

1. Ikhlash (al ikhlash)
2. Kasih Sayang (al mawaddah wal qurba)
3. LEMAH LEMBUT dalam KOMUNIKASI

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku LEMAH LEMBUT terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu MA’AFkanlah mereka, MOHONKANlah AMPUN bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu . Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya
(Q.S. Ali Imran, 3 : 159)

Dakwah Nabi MUSA as &  HARUN as kepada FIR’AUN
“Pergilah kamu berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang LEMAH LEMBUT, mudah-mudahan ia ingat atau takut ” (Q.S. Thaha, 20 : 43 – 44)

4. Kemampuan-Keterampilan (al kafa’ah)

  • KOMPETENSI AKADEMIS
  • KOMPETENSI MANAJERIAL
  • KOMPETENSI KOMTEMPORER
  • KEMAMPUAN SOSIAL

Apa yang membuat PEMIMPIN
Menjadi sosok yang Sangat diCINTAi,  Sangat diRINDUkan dan Sangat diPERCAYA/Tempat curhat dan konsultasi

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”  (Q.S. At Taubah, 9 : 128)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s