Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Mestakung no.3

Tinggalkan komentar

Cukup beralasan mengapa buku karya Prof. Yohannes Surya yang berjudul Mestakung tersebut banyak menginspirasi saya dalam melangkah dan menggapai semua impian. Salahsatu impian yang saya tulis dalam resolusi tahun ini adalah “Wisata Domestik atau luarnegeri yang berada dinomor 3. Nomor bukan mencerminkan prioritas tapi hanya nomor urut karena semuanya perlu dan saya butuhkan.

Mengapa resolusi tersebut saya tulis ditahun ini, tak lain adalah ditahun lalu hanya sebatas angan-angan dan impian untuk berwisata alam belum terlaksana padahal sudah diniatkan sejak 3 tahun lalu. Salahsatunya adalah Rihlah atau Camping ke Gunung Semeru bersama sahabat-sahabat saya. Hal ini sulit diwujudkan tahun-tahun lalu karena lokasi objek wisata tersebut dalam status siaga dan ditutup oleh Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTS).

Bertepatan dengan libur panjang dibulan Mei 2010 ini, saya dan sahabat kembali terusik dengan rencana yang nyaris terlupakan karena kesibukan masing-masing dengan beragam aktivitas. Setelah diawal bulan tepatnya 4-6 april 2010 saya “gejala thypus” dan melewati proses recovery, saya kembali mengunjungi Sekretariat RISKA bertepatan dengan janji dengan KaDept AAR pada Ahad, 18 April 2010.

Setelah shalat dzuhur kami ngobrol-ngobrol dengan Harri, Ilham dan Fernando karena sudah kangen karena cukup lama saling tak berjumpa diantaranya. Sampailah kami pada pembahasan rencana yang tertunda : Naik Gunung ke Bromo. Coret-coret dikertas dan mencermati kalender ditangan, kami niat dan rencanakan untuk” mencari udara segar” ditengah kepenatan yang luarbiasa yang tanpa sadar sudah melilit kami sampai nyaris hingga pertengahan tahun.

Setelah disepakati, kami coba menginformasikan bang Andhika, bang Fajar, bang Yosse, bang Juni dan bang Hidayat yang kesemuanya mantan pengurus RISKA. Saya pun coba meminta informasi aktual dari dua rekan kantor –Tiska dan Sonny– yang asli malang untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya guna mendukung rencana ini.

Keesokkan harinya rekan saya tersebut mengirimkan rundown dengan 3 (tiga) versi sekaligus. Kamis 22 april 2010 saya, bang Yosse dan Fernando (minus bang Fajar, bang Juni dan bang Harri yang berhalangan) bertemu untuk membahas anggaran, jalur transportasi dan langkah konkrit berdasarkan informasi yang sementara sudah terkumpul.

***

Alhamdulillah, kini rencana kami sudah melangkah dengan progress yang optimis dengan mestakung-nya.

sumber gambar : http://www.travelpod.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s