Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Hasri Ainun Habibie

Tinggalkan komentar

Tepat siang ini 25 Mei 2010, jenazah Bunda Hj Dr Hasri Ainun Habibie dimakamkan secara militer di TMP Kalibata. Hasri Ainun yang artinya bola mata yang indah ini menghadap Allah Ta’ala pada Sabtu, 22 Mei 2010 di Jerman karena sakit membuat mata berkaca-kaca dan rasa kehilangan yang mendalam menaungi kepergian Almahumah.

Saya pribadi sebagai anak bangsa yang belum pernah berjumpa langsung maupun kenal dekat dengan Almarhumah namun selayaknya kebanyakan putera-puteri bangsa saat mendengar, membaca dan menyaksikan  kepergiannya tidak bisa menyembunyikan duka yang mendalam seiring dengan kisah kasih perjalanan Almarhumah dengan belahanjiwa-nya dari sebelum menikah hingga maut memisahkan mereka. Sungguh teladan dari Pemimpin Bangsa yang diwarisi kepada generasi muda yang katanya mengagung-agungkan cinta semu.

Almarhumah yang menjadi Ibu Negara yang begitu tegar saat mendampingi sang suami sebagai Kepala Negara –walau dalam waktu singkat– namun sebuah momen yang sangat menentukan sejarah perjalanan bangsa ini.  Hanya dengan cinta yang dahsyat-lah yang mampu menopang Sang Suami mengantarkan bangsa melewati krisis multidimensi yang melilit Indonesia pada tahun 1998-1999. Dan beliau berhasil melewatinya. Sungguh mulia baktinya ya Allah.

Seorang Ibu yang ramah dengan senyum yang mengembang dan sangat setia mendampingi suami dalam berbagai situasi senang atau sulit, sosok sederhana dan tidak menonjolkan diri walau sudah menjadi Ibu Negara.  seorang istri yang tak mencampuri urusan pekerjaan sang suami, apalagi menyiratkan sisi tamak. Hanya nilai – nilai kebajikan yang keluar dari lidah setiap orang saat ditanya sejaumana mengenal sosok seorang Bunda Hasri Ainun Habibie.

Dan Pak Bacharudin Jusuf Habibie “membalas” cintanya dengan setia berikrar mendampingi “satu atap”  sejak pertama masuk rumah sakit hingga prosesi pemakamannya.

Menyimak kisah kasih mereka berdua sungguh membuat iri rasanya.  48 tahun pernikahan mereka yang tidak bisa diungkapan dan tak bisa dituliskan dengan kata-kata.  Tidak pernah terdegar kisah pilu atau memalukan dari keluarga ini maupun dari anak-anak beserta menantu mereka.

Hanya sebuah kalimat singkat dari Sang Kekasih BJ Habibie “Saya dilahirkan untuk Ainun dan Ainun dilahirkan untuk saya”

image source : vivanews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s