Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Senam Hamil

Tinggalkan komentar

Alhamdulillah yang tak terkira, Ahad lalu, 11 September 2011 saya berkesempatan mendampingi bunda @anurannisa untuk mengikuti Senam Hamil di RSIA Kemang Medical Care.

Senam hamil disana pendaftarannya langsung pagi itu, tanpa booking. Pendaftaran sudah buka pukul 0700-an sedangkan kelasnya baru dimulai pukul 0900. Kelasnya pun terbatas hanya untuk 10 peserta. Saking antusias dan penasaran kami berdua sudah mendarat di KMC pukul 0730 kuatir tidak kebagian. Setelah mendaftar di Lantai 5, kami kembali ke Lobby untuk menunggu sambil baca-baca dan tentunya berbicara dari hati ke hati.

Yang muncul dibenak saya adalah, saat Ibu Hamil mengikuti kelas Senam Hamil yang dijadualkan hingga pukul 1200, lalu “Suaminya ngapain ???” Terbayang deh gimana BT, bingung dan salahtingkah bolak-balik tak tentu arah.

10 menit jelang pukul 0900, kami beranjak ke Lt 5 menuju kelas Senam Hamil. Ternyata didepan kami sudah terdapat 3 (tiga) Ibu Hamil bersama pasangnya masing-masing yang antri di meja registrasi untuk didata seputar usia kandungan, tensi dan dipastikan apakah kakinya bengkak atau tidak.

Saat antri tsb, saya nyeletuk dengan satpam-nya

Ibunya senam, terus Ayahnya ngapain?

Oh, Ayahnya juga ikut kedalam…

Ternyata dugaan saya salah,

Makin bingung.

***

Untuk sessi hari ini, dibimbing oleh Bidan Tetty yang sangat ramah tidak kalah antusias.

Dari sekian banyak materi yang disampaikan diantaranya adalah perihal teknik pernafasan saat hari-H baik menjelang maupun saat persalinan normal alias partus. Ada 4 (empat) jenis pernafasan yang diajarkan antara lain :

  1. Pernafasan Perut
  2. Pernafasan Data
  3. Pernafasan Iga
  4. Pernafasan Paripurna

Kelas Senam Hamil pun berakhir hampir pukul 1300, hampir 4 (empat) jam berlangsung. Sangat komplit dan bidannya pun tidak pelit atau setengah-setengah dalam memberikan materi serta tips dan trik selama beliau membantu proses persalinan yang pernah ditanganinya.

Senam diakhiri dengan materi posisi tidur yang nyaman dan ramah serta tidak menyakiti bagi si dedek. Peserta diminta untuk rilex dan membayangkan yang baik, indah dan enjoy setelah sedikit banyak menguras tenaga 3 (tiga) jam lebih. Sehingga hampir semua peserta benar-benar tertidur.

Bahkan setelah kelas bubar, Bidan Tetty masih setia melayani pertanyaan singkat kami berdua dengan jawabannya yang sungguh panjang lebar, plus berbagi pengalaman pribadinya.

Ternyata kehadiran seorang suami  dalam sessi Senam Hamil tersebut diperlukan juga mengingat banyak yang harus diketahui dan dipelajari. Keberadaan sang suami disisi Ibu Hamil yang akan melahirkan hingga hari-H sangat berarti dalam menguatkan mental sang ibu.

Dari sessi Senam Hamil ini banyak learning point yang kami petik. Semoga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s