Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Atthariq ilal Jannah

Tinggalkan komentar

I’tikaf merupakan amalan sunnah rasul yang tidak pernah beliau tinggalkan semasa hidupnya. Karena biasanya, yang namanya amalan sunnah adakalanya beliau melakukan, kadangkala tidak menjalankan.

Tapi disini, penulis tidak dalam membahas definisi I’tikaf. Silahkan temukan dikazanah lainnya.

Pun, dahulu sejak zaman Rasulullah hingga para Sahabat, aneh jika tidak ada orang yang beri’tikaf. Namun, kini aneh jika ada orang yang beri’tikaf. Alhamdulillah mulai tahun 1990 di Indonesia, kita beri’tikaf mulai populer dan menjadi suatu amalan dibulan suci Ramadhan dan hingga kini lebih memasyarakat.

I’tikaf merupakan sarana menjemput La’ilatul Qadr. Karena La’ilatul Qard datangnya sifatnya pasti. Namun, kita tidak tahu kapan turunnya.

Rasulullah memulai I’tikaf sejak hari ke-20 ba’da Shubuh hingga pagi menjelang Shalat ‘Idul Fitri dilapangan dipagi harinya. I’tikaf bisa dikategorikan tingkatannya :

  1. Paling Ideal. I’tikaf yang dilaksanakan di Tanah Suci Makkah.
  2. Ideal. I’tikaf 10 hari – 10 malam di masjid. Jika keluar masjid hanya untuk 3 (tiga) hajat yakni : makan, mandi dan buang air.
  3. Baik. Mengingat banyak diantara kita yang tidak bisa cuti di 10 (sepuluh) hari terakhir Ramadhan, maka disiasati dengan berangkat kerja dari masjid dan pulang kembali ke masjid. Jadi, shalat Isya, Shubuh dan Maghrib di masjid sedangkan shalat Zuhur dan Ashar ditempat kerja. Tentunya dengan berjamaah.

Sebagai ummat Rasulullah hendaknya kita hidup memiliki Visi – Misi. Apa itu Visi Misinya ?

Visi : Sukses Bahagian Dunia Akhirat.

Misi : Semua sisi seorang hamba yang senantiasa bernilai Ibadah.

Ibadah tak sekedar berkutat dan terkait dengan hanya Shalat, Puasa, Zikr atau Zakat dan Haji. Namun, lebih dari itu.

Kerja pun termasuk Fisabilillah. Asalkan :

  1. Niatkan sebagai Ibadah dengan diawali dengan Basmallah.
  2. Melaksanakan perintah Allah SWT mencari rezeki yang halal dan berkah.
  3. Menafkahi keluarga.
  4. Agar dapat mewujudkan ibadah lainnya seperti Zakat, Haji dan Sedekah.
  5. Agar bermanfaat bagi orang lain.

Kebahagiaan Dunia jika sudah terpenuhi :

  1. Kebutuhan Jasadi
  2. Kebutuhan Aqli
  3. Kebutuhan Ruh

Dalam segala hal yang dinilai oleh Allah SWT adalah IKHTIAR. Mengenai HASIL, kita TAWAQAL pada Allah SWT.

Semoga kita semua dikuatkan dan dianugerahi Rahman dan Rahim-Nya dalam menelusuri Jalan menuju Surga. Amien.

image source : google. 24 Ramadhan 1433, Masjid Jakarta Islamic Center

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s