Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Michael D. Ruslim : Lead by Heart

Tinggalkan komentar

lead by heartMichael D. Ruslim, Lead by Heart merupakan buku yang pertama saya baca ditahun 2013 ini. Memang saya tidak pernah berinteraksi langsung dengan sosok Michael D. Ruslim, CEO Astra International 2005-2010 ini, sekaligus Wakil Komisaris PT Pamapersada Nusantara.

Buku ini melambungkan pikiran saya ke tanggal 20 Januari 2010 silam. Beliau dipanggil oleh Sang Khaliq pukul 07.08 pagi waktu Singapura untuk selamanya. Kepergiaannya yang begitu mendadak hanya selang beberapa hari dirawat di RS Mount Elizabeth.

Seorang yang dicintai Sang Khaliq bisa ditandai dengan kepergiannya yang mengejutkan tanpa tanda-tanda akan dipanggil-Nya. Yang Maha Kuasa lebih menyayanginya daripada hamba-Nya harus menanggung beban ujian penyakit yang dialaminya.

Dari buku ini saya dapat menyerap dan meneladani rekam jejak Michael D. Ruslim dalam mengemban banyak peran kepemimpinan. Nilai seorang pemimpin terletak pada kemampuannya memainkan banyak peran: membawa organisasi serta orang-orang yang dipimpinnya menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi semua pemangku kepentingan, mulai dari pemegang saham, karyawan, lingkungan, masyarakat luas, bahkan bangsa dan negara.

“Kalau tidak create leader, you tidak sukses. Kalau orang tergantung pada kamu, itu bukan good leader”. Begitu imbuh Michael D. Ruslim.

Berpegang pada filosofi Astra, Catur Dharma, Michael tidak sekedar mencetak prestasi kuantitatif, tapi juga kualitatif, dengan menyeimbangkannya dengan kinerja sosial dan lingkungan. Lewat program SATU Indonesia, beliau bahkan menggelorakan semangat nation and character building.

Kualitas leadership CEO merupakan cermin kualitas Corporate Brand. Michael D. Ruslim walaupun dikenal sebagai sosok yang lebih senang memainkan peran dibalik layar, tetap saja karya beliau diakui dan dipublikasikan. Penghargaan sebagai Best CEO dari Majalah SWA tentunya salahsatu publikasi yang tak mungkin dihindarinya sendiri. Mau tak mau beliau harus menampilkan diri.

Secara sadar atau tidak sadar, sebenarnya Michael D. Ruslim sudah melakukan aktivitas CEO Branding, secara baik dan benar. Ini tergambar dari berbagai komentar positif baik dari kalangan bisnis maupun non bisnis. Dan juga pada pergerakan harga saham.

Sesungguhnya, beliau telah menuliskan catatan hidup yang tak lekang oleh waktu. Pertama, beliau menuliskan His Story tanpa harus gembar-gembor dan menjadikan dirinya selebriti dadakan untuk mencapai level CEO Brand yang cemerlang. Beliau adalah contoh CEO Branding di Indonesia, yang bisa kita pelajarai bersama. Seorang pemimpin yang telah menggerakkan orang-orang disekitarnya sehingga semuanya melangkah maju.

Kedua, beliau menorehkan His Legacy. Warisan yang ditinggalkannya membuat Astra menjadi perusahaan yang dicintai para stakeholder. Di lingkup internal, beliau mewariskan sinergi dan kerjasama antarperusahaan untuk menciptakan daya saing bersama yang disebutnya sebagai Value Chain Synergy.

Ketiga, beliau memberikan His Life bagi perusahaan sampai akhir hayatnya dalam memberi teladan soal komitmen seorang pemimpin kepada perusahaan dan anggota timnya.

“Bapak bilang ‘Sekali seorang pemimpin lambat mengerjakan tugasnya, maka akan banyak sekali keputusan yang terhambat, yang berpengaruh pada nasib orang-orang dibawahnya’,” ujar Trisni.

Memberikan contoh sebagai pemimpin yang menjaga keseimbangan antara keluarga, karier dan komunitas. Sehebat-hebatnya karier yang dibangun seorang profesional, pada akhirnya ia akan pulang ke pelabuhan yang paling hakiki: keluarga.

“Gue punya ketakutan tidak bisa membuat wanita yang gue cintai, bahagia” jelas Michael saat sebelum memutuskan menikahi Trisni Puspitaningtyas, wanita yang dicintainya.

Terakhir, sebagai CEO yang Family Man, Michael mampu membagi perannya selaku kepala keluarga dengan baik. Bangun jauh sebelum pagi, shalat Shubuh, sarapan pukul 06.15. setelah sarapan Michael beranjak mengantar kedua buah hatinya, Gisela Deamanda Prasadhistika Ruslim dan Mayongga Gilang Pragiwaksana Ruslim ke mobil yang akan mengantar mereka ke sekolah. Dan sekitar pukul 0700 beliau masuk ke kamarnya, menunaikan shalat Dhuha sebelum mengawali harinya.

***

Terimakasih Pak Michael, telah mewariskan keteladanan yang tak ternilai dan begitu menginspirasi kami semua untuk menjadi pemimpin yang memimpin dengan hati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s