Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Terimakasih Coach Indra Sjafri

Tinggalkan komentar

Indra-sjafri“Sampaikan ke Korea, siap-siap tanggal 12 kita kalahin”

Dengan penuh mantap dan tak pernah ragu, Coach Indra Sjafri kelahiran Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, 2 Februari 1963 ini mengeluarkan psywar pada hari Ahad (06/10/13) seminggu sebelum laga berlangsung.

Ya, dengan kalimat-kalimat penuh percaya diri yang menjadi resepnya, mental prajurit Tim Nasional Indonesia U-19 membuncah tinggi dengan sendirinya, dan ia memilih mengesampingkan nama besar lawan.

“Ndak ada level Korea di atas kita, kita yang lebih besar dari dia kok. Siapa bilang dia lebih besar dari kita,” seru Indra Sjafri lagi dengan lantang.

Kuaifikasi Piala AFC U-19

Ucapannya terbukti, dipartai puncak pada hari sabtu (12/10/13) menjadikan anak asuhnya begitu militan berjuang di GBK menghempaskan –juara bertahan dan pemegang rekor 12 kali juara– Korea Selatan dengan skor 3-2. Bahkan sempat memimpin 3-1 hingga menit 88.

Indonesia berhasil mengumpulkan poin (9) dan berhak atas tiket otomatis ke Piala AFC U-19 di Myanmar, Oktober 2014.

Hasil atas Korea tersebut menyempurnakan hasil sebelumnya dengan kemenangan 4-0 saat melipat Laos dan 2-0 saat begitu sabar dengan penuh pressure ke tim Filipina yang memainkan negative football dengan skema parkir bus.

Coach Indra Sjafri, telah memberikan bukti kepada persepakbolaan tanah air bahwa Indonesia bisa menjadi kekuatan yang disegani di tingkat Asia. Setelah 22 September lalu Garuda Jaya melepaskan dahaga 22 tahun tanpa gelar dengan merebut gelar juara AFF Cup U-19.

“Mulai saat ini, bangsa Indonesia harus berpikir bahwa raksasa Asia adalah Indonesia,” kata Indra Sjafri usai pertandingan.

Indonesia akan berlaga dengan para juara grup kualifikasi, antara lain :
1. Qatar,
2. Uni Emirat Arab,
3. Irak,
4. Iran,
5. Oman,
6. Vietnam,
7. Korea Utara,
8. Jepang

dan para runner-up grup terbaik:
1. China,
2. Australia,
3. Korea Selatan,
4. Uzbekistan,
5. Thailand,
6. Yaman

dan tuan rumah Myanmar tentu saja.

Adapun prasyarat pemain yang bisa mengikuti turnamen ini adalah yang lahir pada dan atau setelah 1 Januari 1995.

Ini akan menjadi kali ke-16 Indonesia tampil di turnamen U-19 tersebut, dari 38 edisi. Namun, kali terakhir pasukan “Merah Putih” mengikutinya sudah cukup lama, yakni di tahun 2004.

Jika di Myanmar tahun depan Indonesia sukses melangkah sampai semifinal, maka satu tempat di Piala Dunia U-20, yang akan dihelat pada 2015 di Selandia Baru, akan menjadi milik mereka.

Target Selanjutnya

“Kita ingin masuk semifinal dan lolos ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru tahun 2015. Tahun ini kita bisa mengalahkan juara Asia, tahun depan kita kalahkan juara dunia.” kembali Coach Indra Sjafri mematok lompatan target.

Saat ditanya kekuatan lawan-lawan di Piala Asia U-19, Coach Indra Sjafri kembali menjawab dengan menyakinkan.

“Siapapun tim yang akan kita hadapi akan kita lawan. Korsel saja yang juara bertahan dan 12 kali juara Asia bisa kita kolongin, apalagi yang lain. Jadi tolong jangan jatuhkan optimisme kami. Saya selalu bilang kepada anak-anak, hanya ada dua yang tidak bisa kita lawan. Pertama Tuhan dan kedua orangtua.”

Sekali lagi, terimakasih Coach Indra Sjafri !

image source : wikipedia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s