Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

365 hari yang menakjubkan

Tinggalkan komentar

key home“InsyaAllah besok ‘peletakkan batu pertama’ sudah bisa dimulai. Hari ini pengecoran cakar-ayam sudah akan dimulai. Tks.”  30 Oktober 2012 : 07.50

Bunyi sms yang masuk dari pihak penjual yang memastikan rencana dimulainya pembangunan calon rumah kami ini.

31 Oktober 2012. Peletakkan batu pertama

Sekitar 5 (lima) tahun lalu, saya pernah menulis Rencana Tahunan yang salah-satunya “memiliki sebidang tanah / rumah sendiri” diusia 30 tahun.  Kini melalui campur-tangan Tangan Yang Maha Kuasa Alhamdulillah diwujudkan ditahun 2013 ini.

Mewujudkan rumah impian bagi setiap keluarga merupakan sebuah cita-cita dan harapan yang besar. Hal ini berlaku bagi semua kalangan. Namun bagaimana mewujudkannya, proses menuju terwujudnya, hingga terrealisasi merupakan pengalaman yang berharga.

Apalagi ditengah kondisi Indonesia yang masih kekurangan akan ketersediaan rumah saat ini hingga 15 juta unit, ditambah lagi dengan keluarnya regulasi dari Pemerintah untuk mengetatkan proses pengajuan KPR. Tentu saja meroketnya harga rumah di Jabodetabek yang makin tidak logis, membuat peluang ini makin tipis.

Setelah memperoleh kepastian dari pihak pengembang untuk memulai pembangunan calon rumahku-surgaku, Alhamdulillah atas izin Allah Taala, hari ini saya mengambil cuti kantor untuk suatu agenda yang sangat antusias bagi saya pribadi dan keluarga: peletakkan batu pertama.

Berbagai harapan dan cita-cita berselimut do’a tertaman kokoh dalam pondasi tersebut.

2012-10-31 006 resize

Proses peletakkan batu pertama

Jalan Berliku dan Terjal

Tak ada yang lebih menyenangkan daripada memiliki rumah sendiri. Namun besarnya biaya yang dibutuhkan kerap menjadi kendala. Terlebih kondisi saat itu, kami baru dianugerahi buah-hati yang baru berusia setahun dan calon adiknya yang masih +/- 24 pekan dalam kandungan. Bermodalkan keberanian dan tekad kuat, kami niatkan Bismillah untuk menjatuhkan pilihan ini. Dengan dukungan doa kedua orangtua, tentu kami percaya pasti dimudahkan prosesnya.

Kendala pertama yang menjadi tantangan kami dimulai dengan penyelesaian uang DP-nya dengan tenggat waktu yang ketat. Disatu sisi pembangunan sudah dimulai. Disaat bersamaan kami dalam proses mempersiapkan adik kami memasuki jenjang pernikahan diakhir maret 2013. Terlebih adik kami dari pihak perempuan yang tidak sedikit membutuhkan waktu dan biaya.

Alhamdulillah, dengan yakin dan bertawakal pada Allah SWT, periode ini dapat dilalui dengan tegar. Allah SWT beri kemudahan dan jalan yang tak terduga.

Hambatan selanjutnya sudah tampak didepan mata. Berlarut-larutnya pihak PLN Area Depok dalam proses instalasi aliran listrik ke rumah dengan alasan yang tak masuk akal sehat. Kehabisan stok stand-meter katanya. Alamak !

Puncaknya, calon rumah yang akan kami tempati ini, belum bisa diproses KPR disebabkan oleh penerbitan Sertifikat oleh pihak BPN tak kunjung final. Alasan kali ini, BPN kehabisan blanko sertifikat. Ya, inilah ironi di negeri ini.

2012-12-01 002

Owner sedang memantau proses pembangunan

29 Oktober 2013. Akad Kredit

Saya sangat bersyukur menjadi bagian dari 50% penduduk Indonesia yang mewujudkan rumah pertamanya. Hari ini saya –didampingi istri– kembali mengambil cuti kantor untuk menghadiri proses akad kredit di kantor pusat salahsatu Bank Nasional di Jl Thamrin, Jakarta.  Proses diawali dengan pra-akad kredit oleh seorang officer Bank tersebut dan dilanjutkan sign contract dihadapan Notaris bersama penjual yang didampingi istrinya.

Tidak kalah serunya, kami harus melewati 3 (tiga) bank yang kami ajukan dan nilai survey yang dikeluarkan jauh dari ekspektasi kami. Hingga bank ke-4 (empat) baru kami sepakat. Semoga ikhtiar ini diridho-i oleh Allah SWT.

InsyaAllah dalam waktu dekat ini kelak posisi saya akan bertukar menjadi seorang developer. Aamin. !

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s