Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

#TerimakasihBundaAnne

Tinggalkan komentar

you complete meBismillahirrahmaanirrahim.

Istriku sayang,

Saat dikau ajak untuk bertukar surat cinta di Our Happy Anniversary, abang seneng banget. Apalagi, insyaAllah akan kita jalani setiap tahun, so sweet banget dah. Lintasan dibenak abang kembali memutar ke tanggal 5 Oktober 2010, saat abang menghadap papah-mamah mu sepulang kerja. Makan malam dengan hangat dan kekeluargaan.

“Kita ngga usah formal-formal” kalimat itu akhirnya keluar dari lisan papah. Yang mengendurkan syaraf beku yang membelenggu. Hingga kini masih terngiang di abang. Entah begitu beraninya lelaki ini, pikir abang. Kalau bukan seizin-Nya, niat baik menggenapkan dien ku tak akan dimudahkan pastinya.

Sepekan berikutnya, abang, berbekal restu dari Ibunda Tercinta, abang dan ibu serta keluarga meminang mu dengan Bismillah di suatu sore hari. Sampai kita hanya punya waktu amat singkat untuk mempersiapkan akad-nikah dan walimatul’ursy sederhana di tanggal ini, 13 Nopember, empat tahun lalu. Sekali lagi, semuanya Allah Taala tuntun kita dengan segala begitu dipermudahkan. Pukul 07.00 WIB pagi di Masjid Syuhada depan rumah orangtua-mu, abang berjanji dalam bingkai mulia : Mitsaqan-Ghaliza. Kata ini kita temui dalam Al Quran (1) Q.S. Al-Ahzab : 7, (2) Q.S. An-Nisaa: 154, (3) Q.S. An-Nisaa : 21.

Istriku sayang,

Kehadiranmu disisiku, sudah melengkapi segalanya, lebih dari prosesi perayaan apapun itu. Ibaratnya kata-kata Tom Cruise “You Complete Me”

Abang yakin dan sepakat bahwa keberhasilan seorang suami dan ayah dan anggota keluarga itu ditentukan oleh dukungan penuh seorang istri. Suasana hati seorang istri (+ibu) yang kacau berdampak pada buruknya kualitas pekerjaan / hidup sang suami (+ayah). Oleh karena itu, dengan sangat sadar, abang terus berupaya agar suasana hati adinda tercinta abang ini tak sering disinggahi oleh suasana kacau. Abang pun tak ragu untuk minta maaf yang tulus atas kebodohan dan kekhilafan abang selama 4 (empat) tahun kebersamaan kita sayang.

Begitu pula dengan keberhasilan anak-anak kita sangat ditentukan oleh pengorbanan, kiprah dan sepak terjang sang bunda.

Istriku sayang,

Dalam kebersamaan kita selama empat tahun ini, tak terasa dengan izin Allah SWT, Alhamdulillah kita bisa sampai ditahun keempat ini. Kata orang 5 (lima) tahun pertama adalah masa beratnya, saat penyesuaian-penyesuaian, tarik-tarikan, gesekan atau lainnya antar dua insan yang berbeda.

Abang jadi ingat, reminder dari Allah Taala agar kita senantiasa bersyukur dalam keadaan apapun.

“Jika kalian bersyukur, maka akan Kami tambahkan bagimu dan jika kamu mengingkarinya, sesungguhnya siksaanKu itu sangat pedih”. (Ibrahim 14: 7)

Selama 4 tahun ini adinda sudah mengorbankan begitu banyak mimpi-mimpi bahkan mengerem cita-cita pribadi dan mengubur semuanya demi kepentingan keluarga. Berani mengganti, mengerem bahkan mengubur mimpi-mimpi indah bukanlah keputusan yang ringan. Dan abang akui itu. Kerelaan adinda itu semua demi kepentingan suami dan buah-hati kita, Prince AlFaqih TQM dan Prince AlFarouqTFM. Rela menjadi teman bicara sepanjang hari bagi anak-anak dan suamimu. Rela belajar ilmu-ilmu baru guna mendukung peningkatan kualitas anak dan suaminya. Seorang ibu yang sangat ingin buah-hatinya tumbuh diatas rata-rata sebayanya. Menjadi mentor, coach, sahabat dan sparing partner bagi anak-anaknya.

Sang suami galau dan gelisah, istrilah orang pertama yang menjadi tempat curhatnya. Dan, hebatnya, adinda menghentikan semua aktivitasnya demi ketenangan hati sang suami. Bukan itu saja, kerelaan mengalihkan waktu produktifnya untuk abang dan mengorbankan semua aktivitasnya.

Abang yakin salahsatu kebahagian adinda, adalah saat suaminya melaju lebih cepat, berkembang menjadi bintang, punya kepercayaan diri yang tinggi, dan memiliki suami dengan legacy yang ditinggalkan untuk semesta. Dalam bahagia ini abang sangat berterimakasih untuk adinda tercinta, bunda dari buah-hati kita.

Istriku sayang,

Jalan panjang dan terjal terbentang didepan kita, adinda. Tapi yakinlah, Allah Taala dulu, Allah Taala lagi, Allah Taala terus, bersama kita akan melawatinya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Semoga Allah SWT menjaga kita dan anak keturunan kita dalam bahtera ini. Mengaruniai generasi Qurani, generasi yang senantiasa menjaga shalatnya. Yuks, kita panjatkan do’a ini sebelum akhir shalat kita, seperti yang dilafadzkan Ayah Para Nabi, Baginda Ibrahim AS.

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ –

“Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat. Ya Rabb kami, perkenankanlah doaku. ” (QS Ibrahim 14 : 40)

Istriku sayang,

Maafkan abang dalam menjalankan rumahtangga ini banyak menyusahkanmu. Mungkin hingga saat ini masih jauh dari sempurna sebagai suami dan ayah sesuai yang adinda bayangkan. Sepertinya banyak yang perlu ditulis di secarik surat ini. Namun, abang amatir dalam merangkai sastra cinta untukmu. Sebelum menutup paragraf ini, abang kutip ayat dibawah ini.

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim 66 : 6)

Ingatkan abangmu yang dhaif ini, jika lalai, lupa ataupun maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Sungguh, yang abang mau dan terus berdoa agar Allah SWT kabulkan, kita semua bersatu di Jannah-Nya kelak. Aamin, Aamin ya Rabb.

Terimakasih untuk menjadi istri yang hebat untukku dan bunda yang luarbiasa bagi buah-hati kita selama ini. Ingat ya say, bahwa aku hanya mencintaimu karena Allah Taala.

Happy anniversary, sweetheart. You’ve made me and you keep me the happiest and most grateful husband, buya of our baby.

 

With Hugg, Kiss and LoVe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s