Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Bahagia itu, Sederhana

Tinggalkan komentar

bahagia sederhanaRabu 09/09/15 kemarin saya menuju ladang dalam kondisi bahagia, ya bahagia. Itu suatu asset berharga  bagi kita. Salahsatu kebahagiaan itu dari berasal pasangan dan buah-hati kita tercinta.

Sorenya menjelang pulang, dapat order dari sang bunda untuk jemput di Detos, mereka katanya nonton pukul 5 sore ini. Turun di Stasiun Depok Baru, selepas shalat maghrib, saya meluncur ke lokasi, dan mendapati kedua sang bunda menyuapi kedua jagoan menyantap makanan dengan lahap.

Selesainya, saya pun kebagian traktir 2 cup Ice Cream dan menikmati bersama kedua pangeran kami. Moment yang sesuatu banget.

Tiba dirumah, kedua pangeran Alhamdulillah ngga ruweh menjalani ritual rutin sebelum tidurnya, mulai dari cuci tangan-kaki, gosok gigi dan bebersih badan. Biasanya cukup alot. Sambil saya mandi shalat dan ‘isya, mesin cuci pakaian bekerja sampai menuntaskan tugasnya, dan sebelum tidur, tugas selesai dijemur.

Ada waktu 30 menit sebelum pukul 9 malam, main ke rumah nenek di Blok sebelah. Saya sempatkan menyuapi mangga potong ke beliau hingga habis dilahap, termasuk untuk saya 🙂

Keesokan pagi, pukul 4 sudah bangun untuk mengepel rumah hingga kinclong (lebay dikit), tak lupa rumput ngga ketinggalan ikut seger.

Selepas mandi lanjut shubuh berjamaah di mesjid, ke ibunda tercinta untuk memandikan beliau sampai mengaji, baru izin saya pamit untuk pulang memandikan kedua pangeran kami. Yang Alhamdulillah pagi ini berjalan tanpa perlu rengek-an dan tarik-ulur.

Selesai menjalankan tugas, estafet beralih ke bundanya, puas ketiganya di-cium pipi kanan-kiri plus kening, saya berangkat dengan semangat 🙂

Dijalan pun ngga ada hambatan yang berarti. Alhamdulillah mendarat pukul 0715, dan gabung dalam sessi P5M dengan muka segerrr.. 30 Menit berikutnya meeting dadakan dengan bos.

***

Kita yang mengatur waktu dengan baik, insyaAllah multiple effect-nya luarbiasa, terutama memantul ke orang-orang yang kita cintai, dilingkungan terdekat kita.

Selepas Prince alFaqih dan Prince alFarouq duduk manis di kursi rotan masing-masing sambil menunggu bundanya mempersiapkan sarapan, jadi bundanya ngga crunchy pagi ini karena bukan dalam kondisi ‘stress’.

Sebelum berangkat pun masih bisa shalat dhuha, sempat say hello dan ngobrol sejenak dengan tetangga sebelah.

Lanjut mengantarkan Prince alFarouq ke PlayGroup-nya dan sempat pula chatting dengan Miss dan buntik (bunda cantik) temennya kedua pangeran.

***

Alhamdulillah, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s