Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Kecewa ASUS ZenPad C 7.0 (Z170CG)

Tinggalkan komentar

ASUS ZenPad C728 Des 2015, saya beli ASUS ZenPad C 7.0 di Erafone Margo City. Sesuai dengan petunjuk bahwa sebelum pemakaian perdana, wajib untuk charging selama 8 jam.

Kebetulan saya sesampainya di rumah sudah sore, sehingga malam pun baru saya charge. Petugasnya bilang bahwa garansi toko hanya 1 X 24 jam. Sedangkan besok sudah hari senin, otomatis saya tidak akan bisa complaint jika produk tersebut bermasalah. Saya masih berbaik sangka dengan kualitas produk ini. Saya hanya memastikan jika terjadi masalah, kemana saya harus melangkah.

Alhamdulillah terdapat Service Center ASUS di Jl Margonda Raya, Depok.

Senin, 29 Desember 2015 saya coba explore ringan saja unit asus tersebut dan apps yang saya unduh baru whatsapp dan facebook semata. Memastikan kedua apps tersebut berjalan apa adanya tanpa hambatan, maklum tepat sejak 27 Nopember 2015 saya offline dari Whatsapp tentu banyak info masuk yang saya miss-link, sehingga concern saya masih ditahap ini, siapa tahu ada pesan yang urgent or important dan perlu di-follow-up segera.

Hari kedua, unit asus tersebut mulai mengeluarkan deteksi dini, hang. Saya disini masih berbaik sangka. Mungkin kepanasan sehingga tidak sanggup alias kelebihan beban. Padahal yang dibuka hanya dua apps yang diawal. Tentu sinyal curiga tingkat tinggi dah.

Mulai esok hari hingga jumatnya hampir setiap hari hang, dan touch-screen tidak merespon walau layar tidak di-password. Unit pun sering saya geletakkan begitu saja di meja, hingga akhirnya unit asus tersebut terpaksa off via tombol power.

Sabtu, 02 Januari 2016 Services Center Asus Depok saya sambangi, dengan alasan long-weekend, dinyatakan tutup. Tentu saya kecewa karena ini menyangkut layanan konsumen. Sedangkan hari kerja saya sudah sulit untuk kembali ke Asus Services Center ini. Dipintu terpampang jam operasional pukul 09.30 – 17.00 WIB. Sangat sulit bagi kami yang masih terikat jam kerja.

Selasa, 05 Januari 2016, saya cuti untuk urusan yang krusial ini. Setelah diterima customer services, dan saya jelaskan secara gamblang, saya kembali pulang dengan selembar bukti tandaterima. Tentu berharap semua solved dengan tuntas.

CS-nya bilang jika ingin tahu proses services sudah sejauh mana, silahkan kontak ke nomor yang tertera di Form dan tinggal sebutkan ID service-nya. Namun, untuk hal ini tidak berminat sedikit pun.

Sabtu, 23 Januari 2016, saya kembali tiba di Service Center Asus untuk mengambil unit tersebut yang sudah bisa diambil sesuai info oleh CS via telepon. Weekdays aja sudah penuh oleh konsumen yang berurusan di services center, entah itu mau service atau mengambil unit-nya.

Pukul 0930 saya ambil nomor antrian hanya sekedar untuk mengambilnya. Hingga 11.30 belum juga dipanggil, setiap ditanya, mohon ditunggu sebentar, jawabnya.

Asus service center ini hanya ruko kecil dengan 3 meja frontliner, sedangkan konsumen yang berurusan disini, membludak, hingga tak bisa menampungnya, hanya terdapat 15 kursi tunggu. Selamat menikmati hingga terkantuk-kantuk.

Pukul 13.15 saya akhirnya dipanggil juga untuk menerima unit asus zenpad c7 ini. Sebentar check and recheck akhirnya saya pulang, belum shalat dan makan.

Sesampainya dirumah, unit tersebut saya buka kembali, layar menunjukkan pukul 13.29 saat terakhir saya keluar dari asus service center. Berarti selama dalam perjalanan pulang, hang. Saya berusaha tenang, shalat dan makan terlebih dahulu, akhirnya saya putuskan kembali ke asus service center, hingga kehujanan.

Pintu yang baru dikunci oleh satpam, saya gedor dan saya kembali ke CS-nya.

“Nih, lihat ! baru saja sampai dirumah, hang lagi, ini barang ngga mutu mungkin bla..bla… ”

“Saya minta replace unit, barang ngga lolos QC kali ini mah.. ” kepala sudah mulai panas.

“Tapi prosedurnya tetap tidak ada replace, pak” ujar CS-nya.

“Saya harus cuti hanya urusan gini, sekarang masih belum tuntas, waktu tunggu hanya untuk mengambil sampai 4 jam, gimana sih manajemennya”

“kami mohon maaf pak, berarti unitnya cancel pick-up ya, pak”

Satpam yang ada diruangan tersebut diam seribu bahasa, walau intonasi suara saya makin tinggi. Bagaimana tidak, unit tersebut saya beli dengan uang yang halal. Sudah uang, ditambah waktu dan tenaga terkuras gara-gara mutu yang sangat mengecewakan ini.

Form yang sudah dikembalikan akhirnya, saya bawa pulang kembali…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s