Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Dokter Gigi Anak

Tinggalkan komentar

Dentist @KMC, 121215Saya merupakan salah seorang yang tidak pandai dalam merawat gigi. Pola pendidikan dan pemahaman yang minim turut membentuk kebiasaan saya sejak kecil. Selain faktor genetika dan asupan gizi juga mempengaruhi kesehatan dan kekuatan gigi sejak usia dini.

Bahkan beberapa geraham saya sudah ada yang dicabut dan ditambal.

Selepas SLTA saya mengenal dan mencoba akrab dengan dokter gigi, itupun karena beberapa kali diawali sakit gigi tentunya. Jangan dikira saya ke dentist specialist dengan bayaran mahal untuk ukuran kantong saya, tapi cukup dengan dokter gigi di Puskesmas Rawabadak Utara saat itu. Prosesnya pun masih menggunakan tang untuk mencabut gigi pasien. Ih serem bro.

Sejak itu saya mulai sadar dan makin rajin menggosok gigi menjelang tidur.

Namun, tetap saja, gigi saya tidak-lah kokoh dan kinclong, bahkan 2 gigi seri bawah saya tidak rata. Sehingga memicu gusi berdarah kadangkala saat menggosok gigi.

Setelah dianugerahi amanah buah-hati yang insyaAllah saleh, sehat dan cerdas, saya pribadi bertekad untuk membimbing dan mendampingi mereka mengenal kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini. Bahkan saat bayi hingga bisa gigi susunya mulai tumbuh, saya sendiri yang menggosokkannya dengan sikat gigi bayi.

gosok gigi bayiBertahap dengan mengenalkan sikat gigi anak, mengenalkan odol anak hingga sikat gigi rutin setiap malam sebelum tidur, saya sangat menikmati prosesnya.

Alhamdulillah, akhir 12 Desember 2015, saya dan bundanya bersepakat untuk mengenalkan mereka dokter gigi sejak dini. Tahap awal hanya meng-akrab-kan mereka dengan lingkungan dan aksesoris yang berhubungan dengan dunia kedokteran gigi. Pas banget di RSIA Kemang Medical Center, dokter gigi anak, dan kebetulan saya saat itu perlu appointment sekitar sebulan sebelumnya, karena dapat hari yang kami tak sepakati.

Tak disangka ternyata kedua enjoy di kursi pasien dan dibersihkan karang giginya oleh dokter dan perawatnya. Jauh-jauh hari kami sudah sounding ke mereka bahwa weekend kita akan jalan-jalan ke dokter gigi, dan ditambahkan dengan cerita-cerita positif lainnya sehingga goal kami dapat berjalan dengan baik tanpa ada psy-war.

Gigi merupakan sumber kesehatan tubuh kita secara utuh. Gigi yang putih belum tentu juga sehat. Gigi yang sehat juga harus ditunjang oleh akar, tulang serta gusi yang sehat pula.

Kesehatan gigi dan mulut merupakan faktor penting yang diwariskan dengan membentuk pembiasaan sejak dini. Sebab, kehidupan kita sangat tergantung dengannya. Makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh tubuh pertama diproses melalui mulut sebagai pintu masuk makanan dan minuman.

Jika diukur, kualitas hidup seseorang itu berkolerasi positif dengan kesehatan gigi dan mulut, demikian pakar berbicara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s