Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Generasi Cyber

Tinggalkan komentar

Generasi UpdateGenerasi Cyber adalah anak-anak yang lahir tahun >1995 dan identik dengan era digital. Cirinya :

a. fasih teknologi.
b. jaringan sosial media
c. multi tasking
d. instant

Banyak dari mereka jika menyimak tidak dengan hati, melahirkan anak yang caper (cari perhatian), anak yang butuh berperilaku aneh-aneh.

Bahaya instant akan muncul profesional-profesional yang karbitan. Padahal generasi ulama-ulama kita begitu menikmati proses belajar, bukan fokus kepada hasil.

Dampak kualitas Generasi Cyber :

  • Asosial
  • Terburu-buru dan tidak teliti. –>quantum reading, gampang menyimpulkan.
  • Tidak tangguh dalam proses, gampang putus asa. –>anak layang (alay) VS anak gravitasi, thinkong shock dan tidak bisa memutuskan.
  • techno junkies. –>pulang yang ditanya, “charger mana, powerbank donk”
  • konsumtif¬†–>gadget sudah jadi pasar, banyak toko online.
  • ikut-ikutan dan mudah dipengaruhi. –>jikbab fashionable, bukan sebagai hijab tapi untuk menarik perhatian.

Mendidik anak tangguh, belajar dari Nabi Yusuf AS.

  1. Melewati ujian kehidupan.
  2. Melewati ujian syahwat. Godaan wanita secara langsung, Zulaikha).
  3. Melewati ujian dendam, saat marah pada saudaranya.

Kisah Nabi Yusuf AS adalah kisah terbaik yang langsung di-klaim dari Allah SWT.

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik..” (QS. Yusuf : 3).

Disebut kisah terbaik selain karena kisahnya paling lengkap, dalam satu surat, juga memiliki unsur drama yang tinggi.

Kisah Nabi Yusuf AS memiliki pesan yang kuat akan kemampuan seorang hamba dalam melewati ujian.

Nabi Yaqub AS sebagai contoh yang gagal poligami dalam Islam. Banyak yang tidak memikirkan konflik anak-anak kita kelak.

Sedangkan Ibrahim adalah contoh poligami yang sukses dengan 4 (empat) istri, di empat negara yakni Palestina, Mekkah, Yaman Utara, Yaman Islam.

Yusuf AS disebut lulus dari ujian syahwat :

  1. digoda di negeri orang.
  2. wanita yang sangat cantik.
  3. istri penguasa / raja (tidak gampang mengambil fiqh darurat).
  4. dalam suasana sepi dan dikunci kamarnya.
  5. Yusuf adalah lelaki normal.

Sosok Ayah sebagai Penyelamat. Muncul gambar visual AYAH-nya saat nyaris tergelincir dalam maksiat (Adhwa’ul Bayaan).

Peran AYAH dalam membentuk anak tangguh.

  • Kedekatan hubungan dimasa kecil –ikatan bathin yang kuat ayah dan anak.
  • Ditandai dengan cerita akan mimpi yang sifatnya privat.

QS Yusuf 4 :

“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, kulihat semua sujud kepadaku”

  • Nasihat yang berbekas hingga anak beranjak remaja.

 

Sekarang menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi orangtua di era cyber ini adalah mewujudkan Ekologi Keluarga sehingga anak yang mampu curhat privasinya. Sehingga slogan “Ayahku is my first love” bukan hal yang mustahil.

——————
*catatan kaki saat Parenting Seminar dengan Ust Bendri Jaysurrahman di Sekolah Kebun Little Earth, 27 Februari 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s