Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Tawadhu’

Tinggalkan komentar

Rombongan Khalifah UntaAntonim dari Sifat Tawadhu’ adalah Takabbur.

Sebagaimana Luqman mendidik puteranya –sebagai guru utama– mendidik anak-anaknya diawali dengan :

1. Iman
2. Birul Walidayyin

3. Jangan meremehkan sekecil apapun

contoh : anak yang hari ini tidak membuang sampah sembarangan, beri apresiasi dari kita sebagai orangtua.

4. Janganlah berjalan dimuka bumi dengan sombong

sombong sama dengan menolak kebenaran dan menganggap remeh manusia.

 

Tawadhu’ dikuatkan awalnya sejak dini dengan Adab.

QS. Asy Syura 26 : 215 :

“dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu”

Tawadhu’ itu berlaku bagi orang-orang yang dengan Ketinggian :

  1. harta
  2. ilmu
  3. posisi

QS. Al Maidah 5 : 54 :

“Wahai orang-orang beriman! Barangsiapa diantara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”

QS. al Hujurat 49 : 13

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, ¬†kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”

QS. An Najm 53 : 32

“(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang bertakwa.”

Bentuk-bentuk Tawadhu seperti Rasulullah SAW, seperti :

  1. Jika dirumah Rasulullah SAW menjadi pelayanan bagi keluarganya.
  2. Pas adzan, Rasulullah pergi ke masjid.
  3. Saat ditarik anak baduwi, tangan Rasulullah SAW keliling melihat sesuatu.
  4. Saat sebagai khatib, turun dari mimbar saat jamaah yang bertanya, Nabi menemui-Nya.
  5. Jika bertemu anak-anak dijalan, Rasulullah yang mengucapkan salam terlebih dahulu.
  6. Rasulullah biasakan makan berjamaah.
  7. Semua Nabi adalah pengembala kambing.

Seluruh syarat untuk sombong ada pada diri Rasulullah SAW. tapi Nabi SAW tidak terjebak untuk melakukannya.

Tawadhu’ menjadi pondasi sebagaian besar akhlaqul karimah.

 

[catatan Kuliah Shubuh di Musholla Nurul Hidayah-Cahaya Titis bersama Ust DR. H. Wido Supraha]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s