Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Jalan Istiqomah

Tinggalkan komentar

istiqomahJaddidunna Hayyatuna = semangat dalam hidup

Allah SWT berfirman dalam QS. Hud 11 : 112

“Fastaqim Kamaa Umirta” = beristiqomahlah pada-Ku, karena perintah-Ku. Jadi istiqomah itu adalah PERINTAH, tidak ada pilihan bagi kita selain itu.

Sebuah aktivitas kebaikan yang sudah dimulai, janganlah berhenti. Selalu semangat, selalu perbaharui karena kita yakin, apapun kebaikan yang kita istiqomah didalamnya berarti kita sedang melakukan ketaatan hanya kepada Allah SWT.

Kemudian Allah SWT memberikan kabar gembira kepada hamba yang istiqomah.

QS. al Fushilat, 30-32 :
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; didalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.”

“Sebagai penghormatan (bagimu) dari Allah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Cukuplah kita meyakini bahwa Rabb kita adalah Allah, dan kita istiqomah dalam keimanan kepada Allah. Hingga akhir hayat Allah kirim Malaikat-Nya yang baik dan lembut kepada orang-orang yang istiqomah dengan mengucapkan “Janganlah takut, Jangalah bersedih”

Mereka begitu mencintai orang-orang yang istiqomah, karena malaikat sendiri adalah makhluk yang istiqomah dan meyakini bahwa Rabb kita adalah Allah SWT.

Selain itu malaikat datang dengan memberi kabar gembira tentang janji-janji dari Allah SWT yaitu ganjaran berupa Jannah/Surga.

QS. al Ahqaf : 13-14
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata “Tuhan kami adalah Allah”, kemudian mereka tetap Istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, mereka tidak (pula) bersedih hati.”

“Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.”

Jangan dengarkan panggilan, ajakan-ajakan dan bisikan yang menggoyahkan istiqomah, kita dalam berpeluh-peluh meniti jalan menuju surga-Nya.

Rasulullah SAW bersabda :
“Katakan oleh engkau, aku beriman kepada Allah, lalu istiqomah-lah”

Setelah tahapan pertama kita sudah kejar, kita sudah istiqomah menjalaninya. Yakni tahap kedua adalah perasaan bahwa amalan-amalan kita ini tidak ada apa-apanya, baik itu karena riya atau merasa sudah shaleh. Karenanya itu semua akan tertutupi oleh fadhilah Allah SWT.

Selanjutnya Allah SWT perintahkan kita mentadaburi ayat-ayat kauniyah (alam semesta).

QS Ali Imran 03; 190-191 :
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia, Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka”.”

 

[Catatan singkat dari Kuliah Shubuh bersama Ust Dr. Wido Supraha, 23/04/16]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s