Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Kernet Tukang Wanita

Tinggalkan komentar

2017-01-25_09-29-08@mfirmanshah
SMKN 2 Depok – Sleman, 240117

Keluar dari ruang tes seleksi, mata saya langsung tertuju ke sosok wanita yang berbaju hijau toska. Ya, beberapa detik langkah kaki saya tertahan karena terkesima. Tanpa ragu, saya sapa beliau sambil mengaktifkan kamera ponsel.

“Ibu ikut nukang disini?” sapa saya.

“Iya mas, sebagai kernet..ada 5 orang perempuan di proyek ini, tadinya ber-enam, berkurang satu karena jatuh dari lantai atas”.

Saya meleha nafas berat.

Sempat shock juga, tapi saya skip dulu, tidak akan bahas kecelakaan kerja, karena ini Bab-nya sudah beda.

“Sudah lama kerja disini bu?” selidik punya selidik.

“Kalo diproyek sekolah ini sudah 6 tahun mas, kita tergantung mandor, ikut dibawa kemana”.

Namun beliau tidak pernah ikut proyek  diluar Yogya. Mengingat domisili beliau di Klaten dan mereka melaju PP setiap hari. Dengan berangkat pukul 06.30 WIB dan estimasi tiba kembali dirumah sebelum pukul 17.00 WIB.

“Senang dan betah disini” tambahnya.

“Daripada sehari-hari nganggur mas dirumah, mau bertani ‘kan tidak punya lahannya”.

Ya. Mereka hanya sebagai buruh tani.

“Emang gaji harian-nya berapa, bu ?” saya penasaran.

“Tuk kernet perempuan upahnya 55 rb/hari, kernet laki-laki 60 rb/hari. Sedangkan upah tukangnya 75 rb/hari”.

Ya, ibu-ibu tangguh itu memang luarbiasa. Moga barakallah ya bu.

Mereka selain mendampingi suami dalam rumahtangga tapi juga saat suaminya bekerja.

“Kan ikut suami saya yang nukang, kalo ngga ada suami, mana berani” ujarnya sebelum kekuatirannya saya muncul.

Ibu Y (45 tahun) lain lagi saat saya sapa. Beliau sekalian kernet dari suaminya & baru seminggu ikut di proyek ini. Jika ada yang bisa dikerjakan, apapun bisa dilakoni. Beliau biasanya juru masak jika ada yang hajatan, disaat lain sebagai buruh tani.

“Kalau ibu ikut dengan suami di proyek ini, anak-anak sudah besar ya bu bisa ditinggal?” kepo saya lagi.

“Yang kecil kelas 3 SMA, insyaAllah sudah bisa mengontrol diri sendiri, apalagi sekarang ngeri seperti pergaulan bebas gitu…”

Tersirat yakin yang mendalam dan percaya dengan anaknya dengan tetap berlindung kepada Illahi-Rabb, merupakan modal utama yang dimiliknya.

Barakallah ya bu.

~~~

Dari Abu Hurairah RA bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah SWT yang jiwaku ditangan-Nya. Sungguh seorang diantara kalian mengambil tali, lalu mencari kayu bakar dan membawanya diqtas punggung adalah lebih baik baginya daripada ia datang kepada seseorang untuk meminta-minta, baik orang itu memberinya maupun tidak memberinya”. (HR Bukhari).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s