Laskar Cinta

selamat tinggal kebodohan dan pembodohan

Hadiah Ramadhan 1438

Tinggalkan komentar

Alfaqih (5,9 bulan) Alfarouq (4,4 bulan)

“Buya, hari ini masih puasa ngga?” tanya Faqih dipagi hari, 02 Syawwal 1438 ini.

Jam biologis yang sudah terbentuk selama sebulan sangat membekas dalam DNA-nya kelak. InsyaAllah.

Alhamdulillah tiada terkira kami bersyukur, di Ramadhan tahun ini, yang awalnya kami baru akan mengenalkan ritual puasa kepada kedua buah-hati kami. Jauh sebelum masuk Ramadhan, kami sudah sounding dan menceritakan aktivitas selama Ramadhan yang bisa mereka ikuti bersama. Seperti puasa dan tarawih hingga terakhir Shalat ‘Id di lapangan.

Di 02 pekan awal Ramadhan, mereka berdua, antusias puasa 1/2 hari dan berlanjut hingga masuk maghrib.

Memasuki 02 pekan berikutnya, bertepatan dengan akhir pekan,  kedua buah-hati kami mulai belajar puasa fullday. Walau diawalnya Kakak sempat masuk angin, tak menyurutkan minat dan antusiasnya.

Habbit yang sudah kami biasakan sejak setahun belakangan ini dengan membiasakan bangun dan mandi sebelum shubuh berjamaah di mesjid,  Alhamdulillah memudahkan kami membangunkan mereka sahur.

Ini yang membuat kami terharu dan surprise seperti hadiah besar yang Allah Ta’ala berikan ke kami, terlebih ditengah beratnya ekonomi saat ini.

Bahkan di 10 malam terakhir, mereka ikut mencicipi beberapa kali i’tikaf. Ini merupakan janji yang bisa kami tunaikan karena sebulan sebelum Ramadhan, saat agenda Mabit dalam rangka Tarhib Ramadhan,  Faqih batal kami ajak,  karena kami mengira ia belum siap, tapi keesokkan harinya, ia merasa dikelabui dan menangis penuh kecewa. Maafin ya nak.

***

Hanya kepada Allah Ta’ala kami berserah,  semoga buah-hati dan anak keturunan kami menjadi pemuda-pemuda yang terpaut hanya ke masjid. Aamiin.

سئل ابن القيم-رحمه الله-إذا أنعم الله على الإنسان بنعمة كيف يعرف ته إلى الله فهي نعمة وإذا أبعدته فهي فتنة

Ibnu Qayyim ditanya “Jika Allah mengkarunikan sebuah nikmat, bagaimana kita mengetahuinya, apakah itu nikmat atau fitnah ? : Beliau berkata jika nikmat itu mendekatkan dirimu kepada Allah maka ia adalah anugerah, namun jika menjauhkanmu dari Nya maka ia adalah fitnah.”

Wallahu’alam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s